Jakarta, 28 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia membangun Stasiun Jatake di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai berukuran sekitar 3.000 meter persegi untuk melayani penumpang Commuter Line lintas Rangkasbitung. Luas lahan tersebut dirancang secara optimal untuk menampung berbagai fasilitas penunjang yang dibutuhkan dalam operasional stasiun modern dengan konsep Transit Oriented Development yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan sekitarnya.
Stasiun yang terletak di Kelurahan Jatake dan Kelurahan Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang ini dibangun di posisi kilometer 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional jangka panjang termasuk penyediaan peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter, gedung stasiun tiga lantai, serta area luar untuk fasilitas parkir dan pengembangan lanjutan seluas 4.000 meter persegi.
Pembangunan stasiun ini merupakan respons terhadap pertumbuhan pengguna Commuter Line di lintas Rangkasbitung yang meningkat drastis dari 43,3 juta pada 2022 menjadi 70,4 juta hingga November 2025. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa kehadiran Stasiun Jatake diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung mobilitas harian masyarakat menjadi lebih tertata. “Stasiun Jatake dihadirkan untuk mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat di kawasan yang berkembang pesat. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung mobilitas harian yang lebih tertata dan efisien,” ungkap Bobby.
Dengan lahan yang tersedia, stasiun dirancang mampu melayani hingga 20.000 penumpang setiap hari dengan menyediakan area aktivitas penumpang, zona komersial, ruang perkantoran KAI, serta fasilitas parkir untuk berbagai jenis kendaraan. Saat ini progres pembangunan telah mencapai 98,56 persen dan KAI bersama DJKA Kemenhub tengah melakukan tahap akhir berupa pengujian prasarana dan kesiapan operasional sebelum stasiun resmi beroperasi pada Januari 2026 untuk melayani masyarakat di kawasan Tangerang dan sekitarnya.
(Redaksi)

