Jakarta, 6 September 2025 – Sistem rujukan terintegrasi yang dikembangkan dalam program Rail Clinic KAI selama Bulan Agustus 2025 terbukti sangat efektif dalam memastikan kontinuitas pelayanan kesehatan bagi pasien yang memerlukan penanganan lanjutan. Koordinasi yang baik dengan puskesmas dan rumah sakit rujukan memungkinkan pasien mendapat follow-up yang optimal tanpa terputus. Sistem ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan layanan kesehatan mobile dengan sistem kesehatan permanen yang sudah ada.
Protokol rujukan yang dikembangkan mencakup sistem komunikasi yang jelas antara tim medis Rail Clinic dengan tenaga kesehatan di fasilitas rujukan. Setiap kasus rujukan didokumentasikan dengan lengkap dan dikomunikasikan secara real-time melalui sistem digital yang terintegrasi. Hal ini memungkinkan dokter di fasilitas rujukan untuk mempersiapkan penanganan yang tepat sebelum pasien tiba.
Tingkat keberhasilan sistem rujukan mencapai 90 persen, dengan sebagian besar pasien rujukan berhasil mendapat penanganan lanjutan sesuai dengan rekomendasi tim Rail Clinic. Koordinasi dengan ambulans dan transportasi rujukan juga berjalan dengan baik, memastikan pasien dalam kondisi emergency dapat ditangani dengan cepat. Sistem tracking memungkinkan tim Rail Clinic untuk memantau progress pasien rujukan dan memberikan input tambahan jika diperlukan.
“Rail Clinic kami hadirkan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat langsung. Kereta api tidak hanya sekadar menghubungkan kota demi kota, tetapi juga menjembatani kesehatan, pengetahuan, dan kesejahteraan,” ungkap Anne Purba, Vice President Public Relations KAI. Efektivitas sistem rujukan ini memastikan bahwa Rail Clinic bukan program yang berdiri sendiri tetapi terintegrasi dengan ekosistem kesehatan yang lebih luas.
(Redaksi)

