16 Mei 2026 – Pekan ke-33 Super League menghadirkan hasil yang benar-benar mencuri perhatian. Di saat persaingan kompetisi memasuki fase akhir dan setiap poin memiliki arti besar, Persebaya Surabaya justru tampil luar biasa dengan menunjukkan performa yang nyaris sempurna. Bertandang ke markas Semen Padang, Bajul Ijo bukan hanya meraih kemenangan, tetapi juga menghadirkan pesta gol yang sulit dipercaya.
Laga yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/5), berubah menjadi malam penuh mimpi buruk bagi tuan rumah. Di hadapan pendukung sendiri, Semen Padang tak mampu membendung agresivitas Persebaya dan harus menelan kekalahan telak dengan skor 0-7.
Sejak menit awal, Persebaya langsung tampil dengan tempo tinggi. Tim tamu terlihat ingin mengambil kendali permainan lebih cepat dan menekan pertahanan lawan sejak awal pertandingan.
Usaha tersebut mulai membuahkan hasil pada menit ke-16.
Gol pembuka lahir melalui skema serangan rapi yang diawali penetrasi Raickovic ke dalam kotak penalti. Pemain tersebut kemudian mengirim umpan matang kepada Rivera yang berdiri bebas tanpa pengawalan ketat.
Tanpa kesulitan berarti, Rivera menyelesaikan peluang dengan tenang dan sukses membawa Persebaya unggul lebih dulu.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri tim tamu meningkat drastis. Hanya berselang empat menit, Persebaya kembali menambah keunggulan.
Kali ini giliran Catur Pamungkas yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari serangan balik cepat, Catur berhasil menuntaskan peluang dengan penyelesaian yang efektif.
Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat Semen Padang mulai kehilangan ritme permainan.
Tuan rumah sebenarnya sempat memiliki harapan ketika Guillermo berhasil menjebol gawang Persebaya menjelang akhir babak pertama. Sorak sorai pendukung sempat pecah karena mengira timnya mampu memperkecil ketertinggalan.
Namun harapan tersebut tidak berlangsung lama.
Setelah dilakukan pengecekan, gol Guillermo dianulir karena posisi offside lebih dulu terjadi dalam proses serangan.
Keputusan tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi Semen Padang yang akhirnya menutup babak pertama dalam posisi tertinggal dua gol.
Memasuki paruh kedua pertandingan, situasi justru semakin sulit bagi tim tuan rumah.
Persebaya hanya membutuhkan empat menit sejak babak kedua dimulai untuk kembali memperlebar keunggulan. Bruno Paraiba sukses mencetak gol ketiga sekaligus semakin memantapkan dominasi tim tamu.
Petaka terbesar Semen Padang kemudian datang pada menit ke-60.
Ade Kristiano menerima kartu kuning kedua yang otomatis berubah menjadi kartu merah. Keputusan itu memaksa Semen Padang melanjutkan pertandingan hanya dengan sepuluh pemain.
Kehilangan satu pemain membuat pertahanan tuan rumah semakin rapuh.
Persebaya langsung memanfaatkan situasi tersebut tanpa ampun.
Pada menit ke-63, Raickovic ikut mencatatkan namanya di daftar pencetak gol. Memanfaatkan situasi di depan gawang, ia berhasil menyambar bola dan membuat skor berubah menjadi 4-0.
Lima menit berselang, Persebaya kembali menambah penderitaan Semen Padang.
Kali ini Bruno Paraiba sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti. Tendangannya mengecoh kiper Iqbal yang bergerak ke arah berbeda.
Skor 5-0 belum membuat Persebaya mengendurkan serangan.
Bruno kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-73. Penyerang asal Brasil itu mencetak gol keduanya melalui penyelesaian tenang yang kembali memperbesar keunggulan menjadi enam gol tanpa balas.
Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Persebaya masih belum berhenti.
Bruno Paraiba akhirnya menutup malam sempurnanya dengan mencetak gol ketiga sekaligus mengamankan hat-trick. Sundulan yang dilepaskannya memang tidak terlalu keras, namun bola tetap gagal dijangkau kiper.
Bola sempat membentur tiang sebelum perlahan masuk ke dalam gawang.
Gol tersebut memastikan Persebaya menutup pertandingan dengan kemenangan telak 7-0.
Hasil ini menjadi salah satu kemenangan terbesar Persebaya musim ini sekaligus menunjukkan ketajaman lini serang mereka menjelang berakhirnya kompetisi.
Di sisi lain, Semen Padang harus segera melupakan hasil buruk tersebut. Kekalahan besar di kandang sendiri tentu menjadi pukulan telak, terlebih ketika kompetisi tinggal menyisakan sedikit pertandingan.
Sementara bagi Persebaya, kemenangan fantastis ini menjadi bukti bahwa mereka masih memiliki ambisi besar untuk menutup musim dengan catatan sebaik mungkin. (Redaksi)

