Jakarta, 9 September 2025 – UMKM Indonesia kini memiliki jalur baru untuk berkembang: transportasi kereta api. Melalui sinergi antara KAI Services dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), produk-produk lokal akan mendapatkan ruang promosi di stasiun besar hingga kereta makan. Program ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap perekonomian rakyat.
Kolaborasi ini diawali dari kunjungan PT KAI (Persero) dan KAI Services ke kantor Kemendag di Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (8/9). Pertemuan itu membahas rencana UMKM Goes to KAI, sebuah expo UMKM yang akan digelar di Stasiun Gambir serta gerbong makan yang dikelola KAI Services.
Direktur Consumer Business KAI Services, Lies Permana Lestari, menuturkan bahwa program ini diharapkan bisa memperkenalkan produk UMKM dari berbagai daerah Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan basis penumpang kereta api yang sangat besar, UMKM diyakini bisa mendapatkan pasar baru yang potensial.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menyampaikan komitmen perusahaan terhadap program ini. “Sebagai anak perusahaan PT KAI (Persero) KAI Services menyambut baik rencana digelarnya Expo UMKM bertajuk UMKM Goes to KAI. Kami siap mendukung penuh rencana kerjasama ini dengan memberikan kesempatan Kementerian Perdagangan untuk menggelar expo UMKM di kereta makan sebagai pilot projectnya. Seperti kita tahu, produk-produk UMKM selama ini telah menjadi roda penggerak perekonomian nasional,” ungkap Nyoman.
Nyoman melanjutkan, kolaborasi ini juga akan memperkuat identitas KAI Services sebagai perusahaan yang peduli terhadap produk lokal. “Dengan adanya kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, KAI Services berharap dapat lebih dikenal sebagai perusahaan yang mendukung UMKM dengan menjual produk-produk UMKM di kereta makan. Selama ini kami sudah menjual produk-produk UMKM seperti Ciomy Cuanki yang saat ini menjadi salah satu kuliner favorit penumpang saat melakukan perjalanan dengan kereta,” katanya.
Melalui sinergi ini, UMKM diharapkan dapat meroket, menjangkau lebih banyak konsumen, serta memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi nasional. (Redaksi)

