Jakarta, 24 Desember 2025 – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meminta PT Kereta Api Indonesia untuk memastikan bahwa Stasiun Gambir ramah terhadap publik dengan menyediakan fasilitas dan lingkungan yang inklusif dan accessible bagi semua kalangan. Permintaan ini menekankan pentingnya prinsip universal design dalam pengembangan infrastruktur transportasi publik.
Teddy menjelaskan bahwa stasiun yang ramah publik berarti dapat digunakan dengan nyaman oleh semua orang tanpa memandang usia, kemampuan fisik, atau kondisi khusus. Hal ini mencakup penyediaan akses bagi penyandang disabilitas, fasilitas untuk lansia, area khusus untuk ibu menyusui, serta lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dan keluarga.
Sekretaris Kabinet menekankan bahwa keramahan terhadap publik juga mencakup aspek keterbukaan dan transparansi dalam informasi, kemudahan akses tanpa hambatan finansial yang berlebihan, serta pelayanan yang tidak diskriminatif. Gambir sebagai stasiun publik harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi setiap pengunjung.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan komitmen untuk menjadikan Gambir sebagai stasiun yang ramah publik melalui implementasi prinsip universal design. KAI akan menyediakan fasilitas aksesibilitas seperti ramp, lift, tactile paving, serta toilet khusus penyandang disabilitas. Perusahaan juga akan melatih petugas untuk memberikan pelayanan yang sensitif terhadap kebutuhan berbagai kelompok pengguna dan memastikan bahwa Gambir menjadi ruang publik yang inklusif.
(Redaksi)

