Yogyakarta, 24 Oktober 2025 – PT Railink terus memperkuat konektivitas dan integrasi transportasi publik melalui layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Upaya ini difokuskan untuk menghadirkan integrasi perjalanan yang semakin mudah, efisien, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Melalui sinergi erat dengan KAI Group, telah terjalin keterpaduan antara KA Bandara YIA, layanan cepat YIA Xpress, kereta jarak jauh, dan jaringan KAI Commuter. Integrasi ini vital dalam mendukung kemudahan mobilitas antarmoda bagi penumpang yang bepergian dari atau menuju berbagai kota di Jawa Tengah, seperti Kutoarjo, Semarang, Solo, dan Purwokerto.
Harmonisasi jadwal merupakan kunci utama dari keterpaduan layanan ini. Dengan jadwal yang selaras antara KA Bandara YIA dengan layanan KAI Commuter dan kereta jarak jauh di Stasiun Yogyakarta, penumpang kini dijamin merasakan pengalaman perjalanan yang seamless. Perjalanan dari pusat kota menuju Bandara YIA kini dapat ditempuh secara efisien, hanya dalam waktu sekitar 39 menit. Layanan YIA Xpress memberikan solusi alternatif yang lebih cepat dengan pemberhentian terbatas, secara efektif menjawab kebutuhan mobilitas bagi penumpang yang sangat mengutamakan waktu.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengungkapkan, “Integrasi layanan ini menjadi wujud nyata komitmen KAI Bandara untuk menghadirkan transportasi publik yang cepat, nyaman, dan terhubung. Kami ingin memastikan bahwa setiap penumpang, baik yang datang dari luar kota maupun masyarakat Yogyakarta, dapat berpindah moda transportasi dengan mudah tanpa hambatan waktu maupun jarak.”
Selain fokus pada aksesibilitas bandara, integrasi antarmoda ini juga berperan besar dalam mendukung pengembangan kawasan penyangga transportasi di wilayah DIY dan Jawa Tengah, sekaligus berkontribusi positif terhadap pengurangan emisi karbon. PT Railink berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk melalui perawatan sarana, peningkatan ketepatan waktu, dan pengembangan sistem tiket digital terintegrasi. (Redaksi)

