Jakarta, 29 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan volume penumpang yang sangat signifikan saat kalender mendekati pergantian tahun 2026. Hingga saat ini, total tiket yang terjual untuk periode Angkutan Natal dan Tahun Baru telah menembus angka 3,51 juta lembar. Keberhasilan ini tidak lepas dari tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai lebih efisien dan nyaman untuk perjalanan jarak jauh dibandingkan dengan kendaraan pribadi di masa libur panjang.

Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas, KAI masih menyediakan program diskon 30 persen bagi kelas ekonomi komersial yang berlaku hingga awal Januari mendatang. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 1.226.596 tiket bertarif promo telah diamankan oleh para pelanggan, atau setara dengan 82 persen dari total kursi yang dialokasikan. Relasi favorit seperti rute Lempuyangan menuju Jakarta masih mendominasi permintaan, namun para calon penumpang masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan tiket murah di berbagai rute lainnya melalui pemesanan daring.

Guna menjaga kelancaran operasional di tengah kepadatan penumpang yang mencapai okupansi 106,1 persen pada kereta jarak jauh, KAI mengoperasikan 54 kereta api tambahan. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memberikan lebih banyak pilihan jam keberangkatan bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket pada rangkaian reguler. Beberapa rute tambahan yang diunggulkan antara lain KA Sancaka relasi Surabaya-Yogyakarta serta KA Parahyangan Fakultatif yang melayani rute Bandung-Jakarta untuk memfasilitasi para wisatawan akhir tahun.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa kebijakan tarif ini dirancang untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang aktif bermobilitas. Beliau menyampaikan bahwa kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama meskipun volume pengguna jasa sedang berada di puncaknya. “Kebijakan tarif ini memberi kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan akhir tahun, baik untuk liburan keluarga, silaturahmi antarkota, aktivitas ekonomi, maupun mobilitas generasi muda,” tutur Anne saat memberikan laporan di Jakarta. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *