Jakarta, 23 Oktober 2025 – Program transfer knowledge Whoosh membuktikan bahwa SDM Indonesia mampu menguasai teknologi kereta cepat modern. Sebanyak 513 tenaga profesional telah lulus dan siap menjalankan operasional serta perawatan kereta cepat pertama di Asia Tenggara.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, “Program ini membuktikan kemampuan bangsa Indonesia dalam menguasai teknologi transportasi berkecepatan tinggi. Melalui pelimpahan peran ini, SDM KAI siap menjadi operator, inovator, dan pemimpin di sistem kereta cepat.”
Program ini dilakukan melalui kolaborasi KAI dan KCIC, dengan bimbingan tenaga ahli China Railway. Peserta dilatih dalam operasi kereta, pemeliharaan sarana, dan perawatan prasarana seperti jembatan, rel, sinyal, komunikasi, sistem kelistrikan, dan peralatan berat.
Rangkaian pelatihan bertahap meliputi High-Speed Railway Training, On the Job Training (OJT), serta sertifikasi Kementerian Perhubungan. Hingga saat ini, 89 persen peserta siap menerima pelimpahan peran, dan 11 persen menyelesaikan tahap akhir.
Anne menekankan pentingnya keberlanjutan agar SDM KAI dapat mengoperasikan kereta cepat secara efisien dan ramah lingkungan.
“Ke depan, para SDM yang telah menerima pelimpahan peran akan menjadi mentor bagi generasi baru di dunia perkeretaapian cepat. Mereka adalah bukti bahwa investasi terbaik bangsa terletak pada manusia yang menggerakkannya,” ujar Anne.
Keberhasilan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan agenda SDGs, terutama pendidikan berkualitas dan pekerjaan layak.
Pengembangan SDM unggul juga bagian dari strategi ESG KAI, memperkuat aspek sosial dan ekonomi serta mendukung transportasi publik rendah emisi.
“Kereta Cepat Whoosh mencerminkan kemajuan teknologi dan perjalanan bangsa menuju kemandirian, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama,” tutup Anne. (Redaksi)

