Jakarta, 17 September 2025 – Kereta Panoramic terus menunjukkan daya tariknya bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun menjadi bukti bahwa wisata berbasis rel semakin diminati, terutama dengan suguhan panorama jalur selatan Jawa yang memikat.

Sepanjang Januari–Agustus 2025, Panoramic mencatat 92.308 penumpang. Angka ini lebih tinggi dibanding 64.859 penumpang pada 2024 dan 18.211 penumpang pada 2023. Lonjakan tersebut memperlihatkan tren positif bahwa masyarakat kini mencari pengalaman perjalanan yang lebih dari sekadar transportasi.

Pertumbuhan penumpang berjalan beriringan dengan peningkatan frekuensi perjalanan. Pada 2023, Panoramic hanya melayani 1.466 perjalanan, meningkat tajam menjadi 4.140 perjalanan di 2024, dan hingga Agustus 2025 sudah mencapai 2.791 perjalanan.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa Panoramic menjadi wujud inovasi yang mendapat sambutan luas. “Pertumbuhan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun merupakan bukti bahwa layanan ini semakin mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Hal ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Selain jalur panjang seperti Argo Wilis Panoramic, layanan ini juga hadir di rute pendek seperti Argo Parahyangan Panoramic Gambir–Bandung. Variasi relasi menjadikan Panoramic semakin terjangkau bagi berbagai kalangan.

Dengan 38 kursi eksklusif, Panoramic menawarkan pengalaman istimewa. Fasilitas seperti kursi ergonomis, Wi-Fi, televisi, mini bar, hingga makanan dan camilan gratis membuat perjalanan terasa premium.

Lebih dari itu, daya tarik utama Panoramic tetap pada panorama alam yang disuguhkan. Sawah, pegunungan, jembatan, dan terowongan bersejarah menghadirkan pesona wisata yang sulit ditemukan pada moda transportasi lain.

Pertumbuhan konsisten ini menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap wisata rel kian tinggi, dan Panoramic berperan penting dalam memperkuat tren tersebut. (Redaksi)

 

Jakarta, 17 September 2025 – Kereta Panoramic terus menunjukkan daya tariknya bagi masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun menjadi bukti bahwa wisata berbasis rel semakin diminati, terutama dengan suguhan panorama jalur selatan Jawa yang memikat.

Sepanjang Januari–Agustus 2025, Panoramic mencatat 92.308 penumpang. Angka ini lebih tinggi dibanding 64.859 penumpang pada 2024 dan 18.211 penumpang pada 2023. Lonjakan tersebut memperlihatkan tren positif bahwa masyarakat kini mencari pengalaman perjalanan yang lebih dari sekadar transportasi.

Pertumbuhan penumpang berjalan beriringan dengan peningkatan frekuensi perjalanan. Pada 2023, Panoramic hanya melayani 1.466 perjalanan, meningkat tajam menjadi 4.140 perjalanan di 2024, dan hingga Agustus 2025 sudah mencapai 2.791 perjalanan.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa Panoramic menjadi wujud inovasi yang mendapat sambutan luas. “Pertumbuhan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun merupakan bukti bahwa layanan ini semakin mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Hal ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Selain jalur panjang seperti Argo Wilis Panoramic, layanan ini juga hadir di rute pendek seperti Argo Parahyangan Panoramic Gambir–Bandung. Variasi relasi menjadikan Panoramic semakin terjangkau bagi berbagai kalangan.

Dengan 38 kursi eksklusif, Panoramic menawarkan pengalaman istimewa. Fasilitas seperti kursi ergonomis, Wi-Fi, televisi, mini bar, hingga makanan dan camilan gratis membuat perjalanan terasa premium.

Lebih dari itu, daya tarik utama Panoramic tetap pada panorama alam yang disuguhkan. Sawah, pegunungan, jembatan, dan terowongan bersejarah menghadirkan pesona wisata yang sulit ditemukan pada moda transportasi lain.

Pertumbuhan konsisten ini menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap wisata rel kian tinggi, dan Panoramic berperan penting dalam memperkuat tren tersebut. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *