Digitalisasi Pemeliharaan Prasarana Dorong Zero Accident dan Transportasi Berkelanjutan
Jakarta, 4 Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api di tengah tingginya mobilitas masyarakat dan kompleksitas jaringan perkeretaapian nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan Track Maintenance Management System (TRAMMS), sebuah sistem digital terintegrasi untuk pemeriksaan dan perawatan jalan rel secara real time, presisi, dan terdokumentasi.
Transformasi digital ini menjadi bagian dari upaya KAI dalam memastikan setiap perjalanan kereta api didukung prasarana yang andal, sekaligus menjawab tantangan operasional seperti peningkatan frekuensi perjalanan, faktor cuaca ekstrem, serta kebutuhan respons cepat terhadap potensi gangguan prasarana.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa keselamatan pelanggan berangkat dari kualitas pemeliharaan prasarana yang konsisten dan terukur.
“Keselamatan perjalanan kereta api tidak bisa ditawar. Melalui TRAMMS, proses pemeriksaan dan perawatan jalan rel dapat dilakukan lebih akurat, real time, dan mudah dipantau. Ini memungkinkan potensi gangguan teknis terdeteksi lebih dini sebelum berdampak pada perjalanan pelanggan,” ujar Anne.
Sebelum digitalisasi, proses pemeriksaan dan perawatan jalan rel masih mengandalkan formulir manual dalam jumlah besar. Dengan cakupan 202 resor prasarana, estimasi penggunaan dokumen kertas dalam satu tahun mencapai lebih dari 1 juta lembar untuk berbagai aktivitas inspeksi dan perawatan.
Melalui TRAMMS, seluruh proses tersebut kini terdokumentasi secara digital dan terintegrasi. Selain meningkatkan akurasi data teknis, sistem ini juga mendorong efisiensi kerja petugas prasarana serta berkontribusi pada pengurangan penggunaan kertas secara signifikan sebagai bagian dari komitmen KAI terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun budaya kerja yang lebih presisi dan bertanggung jawab. Data yang rapi dan terintegrasi membantu pengambilan keputusan teknis menjadi lebih cepat, objektif, dan berbasis kondisi lapangan,” tambah Anne.
Pemeliharaan jalan rel dilakukan melalui inspeksi berkala terhadap kondisi rel, bantalan, wesel, serta geometri jalur. KAI juga memanfaatkan sarana teknologi seperti kereta ukur untuk memastikan seluruh parameter teknis berada dalam batas toleransi keselamatan. Seluruh aktivitas tersebut kini tercatat dalam TRAMMS, sehingga potensi deviasi dapat diidentifikasi lebih cepat dan ditindaklanjuti secara terukur.
Pendekatan ini berdampak langsung terhadap peningkatan keandalan operasional, kenyamanan perjalanan, serta ketepatan waktu layanan kereta api yang dirasakan oleh masyarakat.
Anne menegaskan bahwa penguatan sistem digital menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan KAI dalam membangun perkeretaapian nasional yang modern dan berorientasi pada keselamatan.
“TRAMMS menjadi fondasi digital KAI dalam memperkuat keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan. Ini sejalan dengan transformasi BUMN dan agenda digitalisasi transportasi nasional, agar layanan kereta api semakin aman, andal, dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” tutup Anne.
Melalui penerapan TRAMMS, KAI terus menjaga konektivitas nasional dengan memastikan setiap perjalanan kereta api didukung prasarana yang terawat, presisi, serta berorientasi pada keselamatan pelanggan dan keberlanjutan lingkungan. (Redaksi)

