Jakarta, 17 September 2025 – Transportasi berbasis rel kembali membuktikan relevansinya di tengah kebutuhan mobilitas modern. PT Railink mencatat kenaikan signifikan pada layanan kereta api bersubsidi Public Service Obligation (PSO), dengan 3,6 juta penumpang sejak Januari–Agustus 2025. Angka ini tumbuh 17,86 persen dari 2,9 juta penumpang pada periode sama tahun lalu.
Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyebut lonjakan tersebut sebagai sinyal positif bahwa layanan KA PSO semakin dibutuhkan masyarakat.
“KA PSO merupakan amanah pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) kepada PT Railink selaku pengelola KAI Bandara. Layanan ini bertujuan memastikan mobilitas masyarakat tetap terjangkau, aman, dan tepat waktu. Pertumbuhan pelanggan yang tercatat membuktikan bahwa kehadiran PSO semakin relevan dengan kebutuhan publik,” ujar Porwanto.
Di wilayah Yogyakarta, KA YIA Reguler dengan 24 perjalanan harian menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas menuju bandara. Sedangkan di Medan, KA Srilelawangsa melayani hingga 20 perjalanan Medan–Binjai PP, 3 perjalanan Kualabingai – Binjai – Medan, serta rute ke Araskabu.
PT Railink mengungkapkan bahwa lonjakan terbesar berasal dari rute Medan–Binjai. Rute ini sangat membantu pekerja, pelajar, serta masyarakat yang menjalankan usaha sehari-hari dalam mengurangi biaya transportasi sekaligus mempercepat waktu perjalanan.
Porwanto menekankan bahwa layanan KA PSO tidak berhenti pada fungsi transportasi, melainkan juga mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional. Akses pendidikan, layanan kesehatan, dan perekonomian masyarakat diperkuat melalui kehadiran transportasi publik bersubsidi.
Selain PSO, PT Railink juga melaporkan lebih dari 1 juta penumpang telah menggunakan KA YIA Ekspres (Yogyakarta – YIA) dan KA Srilelawangsa (Medan – Bandara Kualanamu) dalam periode yang sama. Hal ini menegaskan bahwa kereta api bandara tetap menjadi pilihan mobilitas yang penting.
“Pemerintah bersama KAI Bandara berkomitmen menjaga kualitas layanan PSO melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga akan terus diperkuat agar manfaat layanan PSO semakin luas dirasakan masyarakat,” tutup Porwanto. (Redaksi)

