Jakarta, 4 November 2025 – Pengembangan jaringan kereta api di Indonesia menjadi strategi kunci yang didorong oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas jaringan kereta api di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tujuannya adalah untuk menurunkan biaya logistik dan secara fundamental memperkuat daya saing nasional.
Stasiun Tanah Abang Baru di Jabodetabek, yang berkapasitas 380 ribu penumpang per hari, merupakan contoh keberhasilan modernisasi di kawasan perkotaan. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa modernisasi ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan kawasan berorientasi transit dan memperkuat konektivitas antarmoda. Bobby juga menyebutkan bahwa hingga September 2025, KAI telah melayani 13,15 juta pelanggan layanan bersubsidi PSO.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan apresiasi atas selesainya pembangunan stasiun yang menelan biaya Rp380,93 miliar ini. Dudy juga menyoroti rencana jangka menengah untuk peningkatan frekuensi perjalanan lintas Tanah Abang–Serpong–Rangkasbitung menjadi setiap 4–6 menit pada tahap kedua tahun 2027.
Presiden Prabowo Subianto, setelah mencoba KRL dari Manggarai, memuji kualitas layanan kereta api di Indonesia yang berstandar tinggi. Beliau menegaskan bahwa pemerintah telah menyetujui tambahan 30 rangkaian kereta baru untuk memperluas layanan bagi rakyat, menegaskan bahwa rakyat selalu menjadi prioritas nomor satu dalam investasi publik. (Redaksi)

