Jakarta, 17 November 2025 – Mini Museum JALITA yang dibuka pada 10–16 November menjadi pusat perhatian warga Jabodetabek. Pameran tersebut tidak hanya memamerkan sarana legendaris yang telah menempuh perjalanan panjang, tetapi juga menghadirkan kembali kisah transformasi layanan KRL dari masa ke masa.
JALITA, Tokyu Seri 7000, dan JR203 menjadi tiga bintang utama dalam pameran ini. Ketiganya merupakan seri yang pernah berjasa dalam menopang mobilitas harian Jabodetabek pada periode modernisasi awal setelah perubahan besar dalam manajemen KAI pada 2009.
Pameran ini menyajikan dokumentasi perjalanan, foto-foto bersejarah, serta replika interior yang memungkinkan pengunjung merasakan kembali suasana perjalanan beberapa tahun lalu. Tidak sedikit pengunjung yang mengenang momen-momen pertama mereka menggunakan KRL bersama keluarga atau saat bersekolah.
Selain nostalgia, museum ini juga mengangkat unsur edukasi publik. KAI Commuter menampilkan materi mengenai aturan naik KRL, kampanye Stop Pelecehan Seksual, serta panduan keselamatan perjalanan. Pameran juga memperkenalkan sarana modern yang kini digunakan, lengkap dengan teknologi pendukung keamanannya.
Selama sepekan, total 20.426 pengunjung menghadiri pameran. Banyak keluarga membawa anak-anak untuk melihat langsung bagaimana KRL terdahulu beroperasi. Hal ini sekaligus menjadi ajang pendidikan mengenai pentingnya transportasi massal dalam mendukung keberlanjutan perkotaan.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa museum sementara ini merupakan kolaborasi antara KAI, KAI Commuter, dan berbagai komunitas seperti IRPS. Menurutnya, pameran ini menunjukkan bahwa KRL bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari kehidupan sosial masyarakat urban.
Ia menegaskan bahwa edukasi publik akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas. KAI berkomitmen menciptakan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan inklusif bagi semua penumpang, terutama perempuan dan anak-anak.
Momentum pameran ini juga menjadi pengingat tentang perjalanan panjang modernisasi. Unit-unit seperti JALITA telah membuka jalan bagi hadirnya sarana modern dengan kapasitas lebih besar, sistem keamanan digital, serta peningkatan efisiensi operasional.
Pameran JALITA berakhir pada 16 November, namun semangatnya tetap hidup di kalangan railfans dan masyarakat umum. Sebuah bukti bahwa sejarah transportasi urban selalu menjadi bagian penting dari perkembangan sebuah kota besar. (Redaksi)

