Bali, 31 Desember 2025 — Stasiun Ketapang kembali menjadi sorotan selama liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 18.548 penumpang naik dan 22.058 penumpang turun, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan perjalanan yang praktis antara Banyuwangi dan Bali.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan pentingnya integrasi perjalanan darat dan laut. “Stasiun Ketapang menjadi titik awal dan akhir perjalanan wisata bagi pelanggan, baik yang menuju Bali maupun yang mengeksplorasi Banyuwangi. Kedekatan dengan pelabuhan membantu perjalanan berlangsung efisien dan terencana,” ujar Anne.

Selain KA jarak jauh, layanan lokal seperti KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang memudahkan warga lokal dan wisatawan untuk bepergian pulang-pergi.

KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan–Ketapang menjadi favorit nasional dengan 27.312 tiket terpesan selama Nataru, menegaskan tingginya permintaan perjalanan lintas pulau.

Destinasi wisata Banyuwangi, termasuk Pantai Watu Dodol, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater, menjadi tujuan utama yang mudah dijangkau dari stasiun ini.

Ragam kuliner Banyuwangi di sekitar pelabuhan dan pusat kota menambah kenyamanan pengalaman wisatawan.

KAI menghadirkan program diskon tarif 30 persen dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan kuota 1.509.080 tempat duduk, membuat perjalanan lebih terjangkau.

Okupansi kereta jarak jauh mencapai 112,3 persen, sementara kereta lokal 88,5 persen, menegaskan Stasiun Ketapang sebagai pusat mobilitas dan integrasi transportasi.

“Konektivitas kereta api hingga Stasiun Ketapang mendukung kelancaran mobilitas serta mendorong pergerakan wisata dan ekonomi daerah,” tambah Anne. Pelanggan dapat memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk membeli tiket dan memantau jadwal secara real time (Redaksi).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *