Jakarta, 23 Desember 2025 – Menteri Perhubungan menegaskan bahwa agenda besar di balik program ini adalah mengubah preferensi masyarakat terhadap transportasi massal. Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa ketergantungan berlebihan pada kendaraan pribadi menimbulkan berbagai masalah sistemik. Kemacetan, polusi udara, dan tingginya angka kecelakaan adalah konsekuensi yang harus ditanggung kolektif. Solusi jangka panjang adalah mendorong shift dari private transport ke public transport.
Program pengangkutan sepeda motor gratis dirancang untuk menghilangkan barrier utama yang menghalangi orang menggunakan kereta api. Kekhawatiran tentang mobilitas di tempat tujuan sering menjadi alasan mengapa orang memilih berkendara sendiri. Dengan memfasilitasi membawa kendaraan, hambatan psikologis dan praktis ini dapat diatasi. Pengalaman positif menggunakan kereta api diharapkan dapat membentuk habit baru dalam memilih moda transportasi.
Edukasi tentang manfaat ekonomi, lingkungan, dan keselamatan dari transportasi massal perlu terus digaungkan. Data menunjukkan bahwa biaya per kilometer menggunakan kereta api jauh lebih murah dibanding berkendara pribadi. Jejak karbon per penumpang juga significantly lebih rendah. Tingkat kecelakaan dan fatalitas di kereta api jauh lebih kecil dibanding di jalan raya. Fakta-fakta ini perlu dikomunikasikan secara efektif untuk mengubah persepsi masyarakat.
Menhub menyampaikan bahwa perubahan perilaku adalah proses panjang yang memerlukan konsistensi kebijakan dan keteladanan. Pemerintah akan terus menciptakan insentif dan kemudahan bagi pengguna transportasi massal. Di sisi lain, disinsentif bagi penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan juga akan dipertimbangkan. Pendekatan carrot and stick ini diperlukan untuk mempercepat transformasi sistem transportasi menuju yang lebih berkelanjutan.
(Redaksi)

