Madiun, 24 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun telah mengambil langkah progresif dengan meluncurkan program pariwisata tematik “Rail Tour Jawa Timur” pada 30 Oktober 2025. Inisiatif ini menegaskan peran KAI sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, melampaui fungsinya sebagai penyedia jasa transportasi. Program ini merupakan hasil dari kolaborasi strategis dan solid yang melibatkan PT KAI dan dua belas pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur, termasuk Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Fokus utama kolaborasi ini adalah memanfaatkan jaringan perkeretaapian sebagai tulang punggung untuk menyajikan pengalaman wisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Program “Rail Tour Jawa Timur” dirancang secara spesifik untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang terpadu dan unik. Dengan menggunakan kereta api, program ini berhasil menghubungkan berbagai destinasi wisata di Jawa Timur, khususnya yang berada di area operasional Daop 7 Madiun, dengan tingkat kenyamanan dan kemudahan akses yang tinggi. Inisiatif ini membawa narasi “Keliling Dunia Tanpa Paspor,” yang secara simbolis mengajak wisatawan menemukan dan menjelajahi kekayaan lokal Jawa Timur yang bernilai setara dengan petualangan global. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan pergerakan wisatawan domestik hingga 37%.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa program ini adalah perwujudan dari kolaborasi lintas sektor yang patut dibanggakan. Sinergi ini mencakup berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, KAI, hingga pelaku industri pariwisata lokal. Untuk menarik minat wisatawan, “Rail Tour Jawa Timur” telah menyiapkan serangkaian opsi paket wisata yang menarik. Beberapa paket yang ditawarkan meliputi Paket Wisata Kota Pecel Madiun, Kota Angin Nganjuk, Kota Santri Jombang, Kota Tua Kediri, dan Kota Bumi Bung Karno Blitar. Pilihan ini memastikan wisatawan mendapatkan petualangan yang beragam dan kaya makna.

“Ini melibatkan pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal,” kata Zainul dalam rilis persnya pada Senin (24/11/2025). Melalui inisiatif ini, KAI Daop 7 Madiun bersama para mitra berharap dapat mencapai dampak positif yang signifikan. Dampak tersebut mencakup peningkatan pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara, serta penciptaan peluang ekonomi kreatif baru di sekitar stasiun dan destinasi wisata. Program ini secara keseluruhan diharapkan menjadi katalisator penting bagi kebangkitan pariwisata daerah di Jawa Timur. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *