Solo, 16 November 2025 – Lonjakan pelanggan KA Batara Kresna sepanjang 2025 memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi di Solo Raya. Dengan total 148.375 penumpang dalam sepuluh bulan, peningkatan ini ikut menghidupkan aktivitas wisata, perdagangan, dan UMKM yang beroperasi di sepanjang jalur Purwosari–Wonogiri.
VP Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa kenaikan 45,8 persen jumlah pelanggan tersebut membuat mobilitas masyarakat semakin aktif. Masyarakat kini lebih mudah mengakses pusat kegiatan ekonomi, sekolah, sentra kerajinan, dan lokasi wisata tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Tarif Batara Kresna yang hanya Rp4.000 menjadi faktor utama yang mendukung mobilitas harian warga. Pelajar, pekerja, hingga pedagang kecil memanfaatkan layanan ini untuk menunjang aktivitas di kota dan kabupaten di Solo Raya.
Peningkatan mobilitas ini mendorong meningkatnya transaksi di sektor kuliner, transportasi lanjutan, dan industri kreatif. Para pedagang di sekitar stasiun melaporkan pertumbuhan omzet karena naiknya jumlah wisatawan dan pengguna harian.
Rute Batara Kresna yang melewati kawasan wisata juga memperkuat siklus ekonomi berbasis kunjungan. Laweyan, Pasar Gede, Keraton, hingga desa wisata Sukoharjo merasakan manfaat dari bertambahnya kedatangan wisatawan setiap akhir pekan.
Wonogiri pun mendapatkan efek positif melalui kenaikan pengunjung Waduk Gajah Mungkur dan Bukit Cumbri. Sektor homestay, penyewaan perahu, hingga kuliner lokal turut menikmati peningkatan pendapatan.
Anne menegaskan, keberhasilan Batara Kresna tidak hanya soal transportasi, tetapi juga kontribusinya terhadap ekonomi daerah. “Transportasi yang terjangkau membuat perputaran ekonomi menjadi lebih inklusif,” imbuhnya.
Ia menyebutkan bahwa KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan ekonomi di sepanjang jalur wisata. Integrasi transportasi dan pariwisata dinilai sebagai kunci pertumbuhan jangka panjang.
Dengan tren positif tersebut, Batara Kresna dipandang sebagai salah satu pendorong utama ekonomi Solo Raya yang berbasis mobilitas masyarakat. (Redaksi)

