Magetan, 15 November 2025 – Stasiun Magetan menunjukkan kinerja mobilitas yang stabil, melayani rata-rata 270-an penumpang setiap harinya, dengan total volume penumpang bulanan mencapai sekitar 8.000 penumpang. Stabilitas ini sebagian besar ditopang oleh operasional layanan KA BIAS (Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo) relasi Adi Soemarmo – Solo Balapan – Madiun/Caruban. Layanan KA BIAS ini terbukti sangat efektif dalam memperkuat konektivitas regional, berhasil mengangkut sekitar 4.700 penumpang dari stasiun ini setiap bulannya.
Stasiun kelas III/kecil ini, yang diresmikan namanya sebagai Stasiun Magetan pada tahun 2019, memiliki sejarah panjang, berawal dari Halte Barat pada tahun 1883-1884. Perubahan nama ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten setempat untuk mengukuhkan identitas Magetan dalam jaringan transportasi nasional. Antusiasme tinggi dari masyarakat, termasuk dari rombongan pelajar, menunjukkan kebutuhan akan peningkatan jadwal KA BIAS untuk memenuhi permintaan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja penumpang dan aktivitas logistik di Stasiun Magetan adalah bagian dari komitmen KAI di regional. Selain melayani penumpang, Stasiun Magetan juga melayani angkutan barang melalui KA ketel BBM, menunjukkan peran vitalnya dalam mendukung rantai pasok energi. Anne menegaskan, “KAI berkomitmen untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan mempercepat aktivitas ekonomi melalui konektivitas yang kuat dan efisien ke berbagai pusat kota.”
Stasiun Magetan juga berfungsi sebagai gerbang alternatif bagi wisatawan menuju berbagai destinasi, mulai dari Telaga Sarangan di lereng Gunung Lawu hingga Sentra Kerajinan Kulit di pusat kota. KAI melalui Daop 7 Madiun juga menginisiasi Program Rail Tour Jawa Timur sebagai langkah kolaboratif untuk mendorong sektor pariwisata lokal berbasis moda kereta api. (Redaksi)

