Jakarta, 20 Agustus 2025 – Soliditas koordinasi antar Daerah Operasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) teruji melalui penanganan gempa Bekasi yang melibatkan tiga Daop secara bersamaan. Sinergi yang terjalin antara Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, dan Daop 3 Cirebon menunjukkan kekuatan sistem organisasi KAI yang mampu merespons krisis dengan pendekatan terpadu dan terkoordinasi.
Mekanisme komunikasi dan koordinasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun memungkinkan aliran informasi yang lancar dan pengambilan keputusan yang cepat. Setiap Daop tidak bekerja secara terpisah melainkan sebagai bagian dari sistem yang saling mendukung, memastikan tidak ada celah dalam penanganan krisis yang dapat membahayakan keselamatan operasional.
Kemampuan untuk menormalkan 33 perjalanan kereta secara bersamaan dalam waktu kurang dari dua jam menunjukkan efektivitas sistem pengelolaan operasional KAI. Proses yang meliputi inspeksi, evaluasi, dan pengambilan keputusan berjalan dengan lancar berkat persiapan yang matang dan pelaksanaan yang disiplin dari seluruh tim terkait.
“KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Keputusan penghentian sementara ini diambil sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan seluruh pelanggan dan perjalanan kereta api,” sampaikan Anne Purba, Wakil Direktur Hubungan Masyarakat KAI. Koordinasi yang solid ini menjadi kunci keberhasilan KAI dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
(Redaksi)

