Jakarta, 20 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat strategi inovasinya dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa diaspora dalam KAI Ideation Challenge 2025, sebuah kompetisi gagasan yang dirancang untuk menjaring pemikiran kreatif bagi masa depan perkeretaapian nasional. Keterbukaan terhadap partisipasi publik ini menjadi bukti komitmen KAI dalam membangun transportasi modern berbasis kolaborasi.

Melalui kompetisi ini, masyarakat diberi kesempatan luas untuk menawarkan ide yang mampu memperkaya arah pengembangan perusahaan, baik pada aspek branding, teknologi, maupun layanan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat keterhubungan KAI dengan generasi muda.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa ide publik menjadi energi penting bagi langkah transformasi perusahaan. “KAI membuka ruang partisipasi publik untuk memperkaya strategi global perusahaan. Pemikiran baru diperlukan untuk memperkuat posisi KAI sebagai penyedia layanan transportasi terintegrasi dan operator kelas dunia. Kami mengajak masyarakat serta mahasiswa diaspora merumuskan gagasan yang relevan bagi masa depan perkeretaapian,” ujarnya.

Dalam proses transformasi tersebut, KAI Group mencatat kinerja yang semakin positif. Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa sepanjang Januari–Oktober 2025, total 413.867.221 pelanggan telah dilayani, atau naik 8,15 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan pertumbuhan kepercayaan dan penetrasi layanan yang semakin luas.

Anne memaparkan bahwa format kompetisi disusun sebagai business case competition yang menyerukan kreativitas sekaligus ketepatan penyusunan solusi. Peserta diarahkan untuk merumuskan gagasan yang mengikuti arus tren global namun tetap relevan dengan karakter transportasi Indonesia.

Dua kategori yang dibuka terdiri dari kategori umum bertema “Global Branding, Local Hearts” dan kategori mahasiswa diaspora dengan tema “Shaping a World Class Railway”. Pembagian kategori ini membantu peserta fokus pada pengembangan gagasan yang paling sesuai dengan kapasitasnya.

Melalui kategori tersebut, publik dapat mengeksplorasi strategi branding untuk memperkuat citra KAI di pasar internasional, sementara peserta diaspora dapat menawarkan inovasi teknologi dan efisiensi untuk menghadirkan layanan berstandar kelas dunia.

Kompetisi berlangsung dari 17 November hingga 23 Desember 2025 dan mencakup proses pendaftaran, pengumpulan proposal, semifinal, hingga final. Tahapan ini memastikan ide-ide yang terpilih telah melalui evaluasi ketat.

Anne menegaskan bahwa partisipasi publik tidak hanya memperkaya inovasi, tapi juga memberikan arah baru bagi transformasi perkeretaapian nasional. “Gagasan terbaik dapat berkontribusi terhadap strategi perusahaan, memperkaya arah inovasi, dan mendukung penguatan peran KAI bagi masyarakat serta perekonomian nasional,” ujarnya.

Informasi lengkap mengenai mekanisme kompetisi dapat diakses melalui kanal resmi KAI dan Marketeers. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *