Jakarta, 2 Desember 2025 – Kereta berkapasitas 73 kursi yang diperuntukkan bagi petani dan pedagang di lintas Commuter Line Merak dirancang untuk mendukung mobilitas penumpang sekaligus barang dalam satu rangkaian. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercayakan Balai Yasa Surabaya Gubeng untuk memodifikasi interior kereta sehingga mampu menampung penumpang dengan nyaman, sekaligus menyediakan area bagasi memadai bagi komoditas yang dibawa. Penempatan tempat duduk dan rak bagasi diatur sedemikian rupa agar alur keluar-masuk penumpang tetap lancar meski terdapat barang dagangan dalam jumlah tertentu. Dengan desain ini, kereta menjadi sarana efektif bagi pelaku usaha kecil di Banten.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan, desain kapasitas 73 kursi dipadukan dengan area bagasi untuk memaksimalkan fungsi gerbong tanpa mengorbankan kenyamanan. “Kereta ini dirancang oleh tenaga ahli kami di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setiap detail disiapkan agar perjalanan aman, nyaman, dan tetap tertata, sehingga petani dan pedagang dapat memasarkan produk dengan lebih mudah,” ujarnya. Batasan dua koli barang per pengguna dengan ukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm diberlakukan agar ruang gerak tetap memadai dan kapasitas tidak terlampaui.

Kereta Petani dan Pedagang dirangkaikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari, melayani 11 stasiun dari Rangkasbitung hingga Merak. pengguna yang memiliki Kartu Petani dan Pedagang memperoleh kemudahan membeli tiket sejak H-7 dan boarding lebih awal hingga dua jam sebelum jadwal. Sarana kereta juga telah melalui uji teknis, sertifikasi, serta pemasangan signage keselamatan yang memberikan panduan bagi penumpang terkait posisi duduk, penempatan barang, dan prosedur keselamatan. Hal ini memastikan mobilitas penumpang dan barang berlangsung dalam standar keamanan yang baik.

Pada hari pertama operasional, 95 pengguna memanfaatkan kereta berkursi 73 ini dengan membawa berbagai jenis komoditas, terutama olahan makanan dan hasil pertanian, menuju pasar di Serang dan Cilegon. Dari total 12.391 penumpang Commuter Line Merak, angka tersebut menunjukkan antusiasme awal terhadap layanan yang memadukan fungsi penumpang dan barang ini. Anne menegaskan, KAI bersama Pemerintah akan terus mengevaluasi kapasitas dan konfigurasi kursi untuk menyesuaikan dengan pola penggunaan di lapangan, sehingga kereta dapat semakin optimal mendukung mobilitas penumpang dan barang sekaligus.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *