Jakarta, 4 November 2025 – Transformasi besar terjadi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, yang kini telah diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai fasilitas yang jauh lebih modern dan berkapasitas tinggi. Pembangunan Stasiun Tanah Abang Baru ini didorong oleh intensitas pengguna yang sangat tinggi, menjadikannya kebutuhan strategis untuk mendukung konsep kawasan berorientasi transit (TOD) yang aman dan nyaman. Stasiun ini melayani sekitar 22% dari total penumpang KRL Jabodetabek, dengan rata-rata lebih dari 210 ribu penumpang naik-turun dan transit per hari.

Pembangunan tahap pertama Stasiun Tanah Abang Baru, yang bernilai proyek Rp380,93 miliar, berhasil melipatgandakan daya tampungnya. Kini, stasiun tersebut mampu menampung hingga 380 ribu penumpang per hari, meningkat drastis dari kapasitas sebelumnya yang hanya 141 ribu penumpang. Fasilitas yang tersedia mencakup 4 peron dan 6 jalur, dirancang untuk melayani rangkaian kereta dengan 12 gerbong. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan proyek ini adalah wujud nyata kerja sama lintas lembaga, yang menjadi kunci dalam integrasi transportasi publik perkotaan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa desain stasiun ini sangat mengutamakan efisiensi pergerakan pelanggan dan konektivitas antarmoda, mendukung pertumbuhan kawasan yang berorientasi transit. “Dengan hadirnya stasiun ini, ekosistem transportasi perkotaan semakin terintegrasi, mendukung konsep transportasi massal yang efisien, inklusif, dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” tutup Bobby. KAI melalui KAI Commuter saat ini menjalankan 1.141 frekuensi perjalanan Commuter Line setiap hari, yang menjadi tulang punggung mobilitas di Jabodetabek dan sekitarnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto, yang tiba di lokasi peresmian setelah mencoba KRL dari Stasiun Manggarai, memuji kualitas layanan kereta api Indonesia. Menurutnya, kereta api di Tanah Air tidak kalah dibandingkan dengan di negara lain, bersih, nyaman, dan berstandar tinggi. Beliau menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan pelayanan publik dan investasi sarana prasarana, termasuk penambahan 30 rangkaian kereta baru yang telah disetujui, benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *