Jakarta, 9 Desember 2025 – Penutupan perlintasan sebidang sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam memperkuat keselamatan jalur kereta api. Dari Januari hingga November 2025, sebanyak 305 perlintasan sebidang telah ditutup sebagai langkah preventif mengurangi potensi risiko kecelakaan bagi perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Tindakan ini dilakukan secara terencana dengan melibatkan koordinasi bersama berbagai pihak terkait. Penutupan perlintasan menjadi strategi kunci dalam meminimalkan titik rawan kecelakaan di jalur kereta api nasional.
Bersamaan dengan penutupan perlintasan, KAI menjalankan program edukasi keselamatan yang komprehensif kepada masyarakat. Tercatat sebanyak 1.832 kegiatan sosialisasi keamanan dan keselamatan telah digelar, ditambah 204 sosialisasi di lingkungan pendidikan, serta 511 pemasangan spanduk imbauan keselamatan dengan melibatkan railfans dan komunitas pecinta kereta api. Program edukasi ini diprioritaskan di wilayah-wilayah dengan mobilitas tinggi dan tingkat risiko kecelakaan yang signifikan. Upaya masif ini bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa peningkatan literasi keselamatan merupakan fondasi penting dalam menciptakan perjalanan yang aman dan tertib bagi seluruh pengguna transportasi. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan saat melintas di area perlintasan sebidang. “Kami memperkuat edukasi keselamatan di berbagai daerah agar masyarakat semakin memahami pentingnya kewaspadaan di perlintasan sebidang. Langkah ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keselamatan,” ujar Anne. Ia menekankan bahwa keselamatan perjalanan membutuhkan kepedulian dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Hasil evaluasi keselamatan hingga Desember 2025 menunjukkan masih terdapat 276 titik rawan di seluruh jaringan rel nasional. Dari jumlah tersebut, 97 titik berada di perlintasan berpintu dengan titik tertinggi di Daerah Operasi 1 Jakarta sebanyak 20 titik. Sementara 179 titik berada pada perlintasan tidak berpintu dengan jumlah terbesar di Divisi Regional I Sumatra Utara dan Daerah Operasi 1 Jakarta masing-masing 29 titik. Data ini menjadi landasan KAI untuk memperkuat monitoring dan kampanye keselamatan. Untuk mendukung operasional selama masa Natal dan Tahun Baru, KAI menyiapkan 298 Penjaga Jalan Lintasan Ekstra yang ditempatkan pada lokasi perlintasan belum dijaga namun memiliki arus kendaraan padat. Anne mengimbau masyarakat untuk berhenti sejenak, melihat kanan–kiri, dan memastikan aman sebelum melintas demi keselamatan bersama.
(Redaksi)

