Jakarta, 9 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat konektivitas nasional melalui operasional kereta api tambahan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang terjadi setiap tahun pada musim liburan akhir tahun. Penambahan perjalanan kereta bertujuan memberikan lebih banyak pilihan jadwal keberangkatan, memperluas kapasitas angkutan, dan menjamin kenyamanan serta keamanan perjalanan setiap pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan dan mudik menjadi dasar penambahan layanan kereta jarak jauh. Sejak awal Desember, sejumlah relasi favorit seperti Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, dan Bandung mulai mencatat peningkatan okupansi yang konsisten. “Penambahan ini kami lakukan agar pelanggan memiliki lebih banyak opsi tanggal dan jam keberangkatan, serta menjamin kelancaran angkutan Nataru tahun ini,” kata Anne.
Anne menegaskan bahwa operasional kereta tambahan ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat konektivitas transportasi publik dan mengurangi kemacetan di jalan raya. Langkah ini juga mendukung upaya penurunan emisi dari sektor transportasi dengan mendorong masyarakat menggunakan moda yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan. KAI terus berkomitmen untuk mendukung mobilitas masyarakat melalui layanan yang berkelanjutan selama periode libur panjang akhir tahun.
Masyarakat diimbau untuk segera memesan tiket mengingat sejumlah perjalanan pada tanggal populer telah menunjukkan peningkatan okupansi yang cukup tinggi. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs web kai.id, dan seluruh mitra resmi KAI. Operasional kereta api tambahan berlangsung mulai 17 hingga 31 Desember 2025 dengan berbagai relasi utama. Anne menyampaikan harapannya agar dengan hadirnya kereta api tambahan ini, perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar, aman, dan penuh kenyamanan.
(Redaksi)

