Jakarta, 27 September 2025 – Memasuki usia ke-80, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan perannya dalam mendorong urbanisasi dan arus informasi di Jawa dan Sumatra. Sejak berdiri sebagai Djawatan Kereta Api (1950) hingga menjadi PT Kereta Api (Persero) pada 1998, KAI telah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Kereta api menjadi moda andalan sebelum hadirnya jalan tol dan penerbangan massal, menghubungkan kota-kota strategis serta mempercepat arus informasi, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi. Meskipun sempat menghadapi keterlambatan dan kapasitas berlebih pada era 1990–2000-an, KAI melakukan modernisasi untuk meningkatkan layanan.

“Dengan semangat perusahaan dan dukungan pemerintah untuk berbenah, KAI kini menjelma menjadi simbol transformasi, menghadirkan layanan modern dan moda baru seperti Whoosh dan LRT Jabodebek,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Capaian kinerja menegaskan kontribusi KAI terhadap mobilitas nasional. Ketepatan waktu keberangkatan rata-rata 99,50% dan kedatangan 96,32% sepanjang Januari–Agustus 2025. Waktu tempuh Jakarta–Yogyakarta enam jam dan Jakarta–Surabaya tujuh jam 45 menit, sementara KAI melayani 328,05 juta penumpang dan 45,26 juta ton barang.

Digitalisasi mendukung arus informasi yang lebih cepat dan efisien. Aplikasi Access by KAI, boarding face recognition, serta fitur ramah lingkungan menciptakan ekosistem transportasi modern. Pengadaan 612 kereta new generation sejak 2023 menegaskan kualitas layanan KAI yang adaptif dan modern.

“Dengan kehadiran layanan premium, digitalisasi end-to-end, serta moda baru seperti Whoosh dan LRT Jabodebek, KAI Group semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor transportasi modern yang efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi, mendukung agenda green transportation nasional,” tambah Anne.

KAI juga menghadirkan inovasi ekonomi rakyat melalui Kereta Petani-Pedagang rute Surabaya Gubeng–Lamongan PP. “Kereta ini dirancang khusus untuk memudahkan petani dan pedagang mengangkut hasil panen dan dagangan dengan aman, efisien, dan terjangkau. Inisiatif ini menjadi langkah kontribusi KAI dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutup Anne. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *