Jakarta, 27 September 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan perannya dalam memperkuat konektivitas antara Jawa dan Sumatra melalui peningkatan kecepatan layanan perjalanan kereta api. Dengan pencapaian waktu tempuh yang semakin efisien, KAI membuktikan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di kedua pulau besar ini.
Sejak masa awal, kereta api telah menjadi tulang punggung pergerakan manusia dan barang di Jawa serta Sumatra. Kini, dengan modernisasi armada dan digitalisasi layanan, perjalanan antarkota semakin cepat dan tepat, sehingga mendukung arus perdagangan, distribusi logistik, hingga urbanisasi.
“Dengan semangat perusahaan dan dukungan pemerintah untuk berbenah, KAI kini menjelma menjadi simbol transformasi, menghadirkan layanan modern dan moda baru seperti Whoosh dan LRT Jabodebek,” ujar Anne Purba, Vice President Public Relations KAI.
Percepatan waktu tempuh, seperti Jakarta–Yogyakarta hanya enam jam dan Jakarta–Surabaya tujuh jam 45 menit, memperlihatkan lompatan besar dalam performa operasional KAI. Pencapaian ini membuka peluang besar untuk memperkuat konektivitas antarpulau, terutama dengan integrasi moda transportasi laut dan darat.
Selain untuk penumpang, KAI juga memperkuat jaringan logistik di Jawa dan Sumatra. Hingga Agustus 2025, KAI telah mengangkut 45,26 juta ton barang, menjadikannya tulang punggung distribusi nasional. Efisiensi ini memberikan dampak langsung bagi perekonomian rakyat di kedua pulau.
Modernisasi layanan juga diperkuat dengan hadirnya digitalisasi, mulai dari aplikasi Access by KAI hingga boarding face recognition. Inovasi ini menciptakan perjalanan yang lebih cepat, nyaman, sekaligus ramah lingkungan.
Kehadiran layanan premium dan moda baru seperti Whoosh menegaskan posisi KAI sebagai katalis konektivitas Jawa–Sumatra di era modern, membawa transportasi Indonesia ke tingkat yang lebih maju. (Redaksi)

