Jakarta, 7 Agustus 2025 – Warga Kota Padang dibuat terkesima saat replika Mak Itam melintas di jalanan dalam Festival Telong-Telong. KAI Divre II Sumatera Barat menghadirkan kembali ikon lokomotif uap legendaris yang merupakan bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

Mak Itam adalah simbol kejayaan jalur kereta api tambang Ombilin di Sawahlunto. Keberadaannya di masa lalu tidak hanya penting secara ekonomi, tetapi juga meninggalkan jejak budaya yang mendalam bagi masyarakat Minangkabau.

Replika yang ditampilkan KAI memiliki detail autentik, mulai dari bentuk, warna hitam legam, hingga lampu kuning yang bersinar di malam hari. Kehadirannya menjadi pusat perhatian di sepanjang rute pawai.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan pentingnya melestarikan ikon seperti Mak Itam. “Kereta api bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga bagian dari wajah kota dan identitas budaya. Melalui replika ini, kami ingin merayakan HUT Kota Padang dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan penuh makna,” ujarnya.

Festival Telong-Telong menjadi ajang yang tepat untuk menghadirkan kisah masa lalu ke tengah masyarakat. Pawai malam ini memadukan unsur seni, budaya, dan sejarah dalam satu perayaan.

Antusiasme warga terlihat dari kerumunan yang memadati rute pawai. Banyak yang mengabadikan momen ini dan membagikannya di media sosial, menjadikan Mak Itam kembali populer.

KAI bekerja sama dengan komunitas kreatif lokal untuk membangun replika ini. Upaya tersebut menunjukkan bahwa pelestarian sejarah dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Mak Itam bukan hanya sekadar kereta, melainkan simbol identitas Sumatera Barat. Kehadirannya dalam festival menjadi pengingat bahwa sejarah adalah bagian dari masa kini.

Dengan langkah ini, KAI berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat dan menanamkan rasa bangga terhadap warisan daerah. Perayaan HUT Kota Padang tahun ini pun terasa lebih bermakna.

“Semoga kehadiran KAI selalu memberi kontribusi positif, tidak hanya dalam mobilitas masyarakat, tapi juga dalam membangun karakter dan kebanggaan kota,” tutup Reza. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *