Jakarta, 30 Desember 2025 – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama seluruh entitas KAI Group memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan optimal hingga dini hari. Berbagai langkah strategis disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas angkut, penyesuaian frekuensi perjalanan, hingga pengaturan operasional khusus pada malam puncak perayaan.
Kesiapan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang disusun secara terintegrasi dengan menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Seluruh sarana, prasarana, dan sumber daya manusia dipastikan dalam kondisi siap operasi melalui proses pemeriksaan dan pengawasan berlapis.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat di akhir tahun.
“KAI Group memastikan seluruh sarana, prasarana, serta sumber daya manusia berada dalam kondisi siap operasi melalui rangkaian pemeriksaan, pengujian, dan pengawasan berlapis untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di penghujung tahun,” ungkap Anne.
Dari sisi kapasitas, KAI Group meningkatkan daya angkut di hampir seluruh layanan. Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal menyiapkan 3.506.104 tempat duduk atau naik sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. KAI Commuter menyediakan 40.599.672 tempat duduk atau meningkat 10 persen, sementara KAI Bandara menyiapkan 487.728 tempat duduk. KAI Wisata mencatat lonjakan signifikan dengan 20.736 tempat duduk atau naik 179 persen.
Pada layanan perkotaan, LRT Sumsel menyiapkan 585.648 tempat duduk, sedangkan LRT Jabodebek menyediakan 4.435.560 tempat duduk atau meningkat 7,7 persen. Secara total, kapasitas angkut KAI Group—di luar layanan Whoosh dan KA Makassar–Parepare—mencapai 49.635.448 tempat duduk atau naik 8,9 persen dibandingkan Angkutan Nataru tahun sebelumnya.
Penyesuaian kapasitas tersebut dibarengi dengan peningkatan frekuensi perjalanan. Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal mengoperasikan 7.982 perjalanan atau meningkat 8,6 persen. KAI Commuter menjalankan 23.061 perjalanan, KAI Bandara 1.692 perjalanan, LRT Sumsel 1.764 perjalanan, dan LRT Jabodebek 5.994 perjalanan atau meningkat 7,1 persen. Secara keseluruhan, frekuensi perjalanan KAI Group mencapai 40.493 perjalanan atau naik 2,6 persen dibandingkan Nataru tahun lalu.
Khusus malam pergantian tahun, KAI Group menyiapkan layanan tambahan dengan pengaturan operasional yang terukur. LRT Jabodebek memperpanjang jam operasional pada 31 Desember 2025 hingga pukul 01.44 WIB dini hari 1 Januari 2026. Perpanjangan ini didukung puluhan rangkaian kereta serta 1.419 petugas dari unsur operasional, keamanan, dan pelayanan. Pada periode tertentu, LRT Jabodebek menerapkan tarif khusus akhir pekan, sementara pada malam tahun baru tetap menggunakan tarif normal sesuai ketentuan.
Selain itu, layanan Commuter Line Jabodetabek juga beroperasi lebih panjang. KAI Commuter mengoperasikan 45 perjalanan tambahan pada 31 Desember 2025 hingga dini hari 1 Januari 2026 dengan jam layanan hingga pukul 03.00 WIB. Tambahan perjalanan tersebut melayani lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tanjung Priok, dan Tangerang.
Selama periode Angkutan Nataru 18–29 Desember 2025, KAI Group tercatat telah melayani 17.952.187 pelanggan dari berbagai layanan. Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel dalam mendukung aktivitas akhir tahun.
“KAI Group akan terus memantau dinamika pergerakan penumpang hingga puncak libur Tahun Baru 2026. Melalui penguatan keselamatan, kesiapan operasional, dan peningkatan kapasitas layanan, KAI Group memastikan transportasi publik tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas, aktivitas sosial, dan perputaran ekonomi pada awal tahun 2026,” tutup Anne. (Redaksi)

