Jakarta, 13 Januari 2026 – KAI Group mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan melayani 503.549.740 pelanggan, meningkat 8,52 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 464.031.108 pelanggan. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel sebagai moda yang andal, aman, dan terjangkau.
Pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut mempertegas peran KAI Group dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di berbagai wilayah. Layanan kereta api mendukung pergerakan sosial dan ekonomi, mulai dari aktivitas harian masyarakat, konektivitas antardaerah, hingga penguatan sektor pariwisata dan perdagangan.
Pada layanan kereta api jarak jauh dan lokal di Jawa dan Sumatra yang dikelola KAI, tercatat 55.620.561 pelanggan, tumbuh 7,29 persen. Layanan ini menjadi penghubung utama antarwilayah, memperlancar arus orang dan aktivitas ekonomi, serta mendukung pergerakan masyarakat yang semakin dinamis.
Dari layanan kereta cepat, Whoosh melayani 6.202.620 pelanggan. Kehadiran kereta cepat Jakarta–Bandung mempercepat waktu tempuh perjalanan dan mendukung produktivitas kawasan yang terhubung.
Di sektor transportasi perkotaan, LRT Jabodebek melayani 28.816.787 pelanggan, meningkat 36,86 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya pemanfaatan transportasi massal sebagai solusi mobilitas perkotaan yang efisien dan berkelanjutan.
Layanan KAI Bandara mencatat 6.981.398 pelanggan, tumbuh 20,04 persen. Kereta bandara, yaitu KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dan Srilelawangsa di Medan, memperkuat integrasi antarmoda serta mendukung kelancaran menuju Bandara.
Di Sumatra Selatan, LRT Sumsel melayani 4.626.481 pelanggan, meningkat 6,35 persen. Layanan ini menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Kota Palembang, mempermudah mobilitas masyarakat dan wisatawan, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi perkotaan.
Pada sektor pariwisata, KAI Wisata melayani 245.667 pelanggan, tumbuh 64,06 persen. Layanan seperti kereta panoramic dan kereta wisata memperkaya pengalaman perjalanan serta mendorong pergerakan wisata ke berbagai daerah tujuan.
Sementara itu, KA Makassar–Parepare melayani 318.311 pelanggan, meningkat 13,89 persen. Sebagai kereta api pertama di Sulawesi Selatan, layanan ini membuka akses mobilitas baru dan mendukung pengembangan wilayah.
Kontributor terbesar KAI Group tetap berasal dari KAI Commuter yang melayani 400.737.915 pelanggan, tumbuh 7,01 persen. Layanan ini menopang mobilitas harian masyarakat di Jabodetabek, Commuter Line Bandung Raya, Commuter Line Area VI Yogyakarta, dan Commuter Line Area VIII Surabaya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan pelanggan KAI Group menunjukkan peran transportasi rel dalam mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kereta api menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat, baik untuk perjalanan harian, konektivitas antardaerah, maupun pariwisata. KAI Group terus menjaga keandalan layanan agar mobilitas masyarakat tetap lancar,” ujar Anne.
Sepanjang 2025, KAI juga mencatat ketepatan waktu keberangkatan KA penumpang sebesar 99,53 persen dan ketepatan kedatangan 95,93 persen. Kinerja operasional tersebut menjaga kepercayaan publik serta memastikan layanan kereta api tetap menjadi fondasi mobilitas nasional. (Redaksi)

