Palembang, 6 Desember 2025 – Menjelang masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, KAI Divisi Regional III Palembang mengoptimalkan kekuatan personel ekstra untuk memastikan seluruh jalur kereta api tetap aman selama intensitas hujan meningkat. Sebanyak 36 petugas tambahan disiagakan di titik-titik rawan yang terbentang di wilayah operasi Divre III, sebagai langkah menjaga stabilitas jalur di tengah risiko tanah labil, banjir, dan potensi longsor.

Langkah penebalan personel ini merupakan bagian dari pola operasi siaga yang diterapkan KAI Divre III, sejalan dengan prediksi cuaca ekstrem yang memerlukan pengawasan lebih detail terhadap pergerakan tanah dan kondisi prasarana. Keterlibatan tenaga ekstra menjadi strategi utama dalam memperkuat kemampuan respons cepat di lapangan.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan betapa pentingnya kesiapan SDM untuk mendeteksi perubahan kondisi jalur sejak dini. Menurutnya, dinamika cuaca akhir tahun menuntut seluruh unsur operasi bekerja lebih waspada terhadap kemungkinan gangguan yang muncul secara tiba-tiba.

“Cuaca ekstrem bukan sekadar ancaman teknis, tetapi faktor risiko serius terhadap stabilitas jalur kereta api. Karena itu, KAI Divre III Palembang menjalankan pola operasi siaga dengan memperkuat penjagaan jalur. Setiap titik rawan dan pergerakan tanah kami pantau, dan setiap potensi ancaman direspon cepat,” tegas Aida.

Petugas ekstra yang disebar bertugas melakukan monitoring intensif, mulai dari memeriksa ballast, menilai kekuatan struktur jembatan, hingga memantau daerah dengan kondisi tanah mudah bergerak. Dengan sistem kerja berlapis ini, setiap perubahan kecil di lapangan dapat segera ditangani.

Di sisi lain, piket pengawasan 24 jam turut diberlakukan demi memastikan seluruh Dapsus tetap berada dalam kontrol maksimal. Pengawasan rotasi juga diterapkan untuk menghindari kelelahan petugas agar akurasi mereka dalam membaca perubahan kondisi tetap terjaga.

KAI berharap kehadiran tenaga ekstra dapat memberikan efek signifikan terhadap kelancaran perjalanan kereta api selama puncak mobilitas akhir tahun. Dengan kesiapan SDM yang kuat, risiko gangguan di jalur dapat ditekan sedini mungkin.

Di akhir penyampaiannya, Aida menegaskan bahwa keselamatan perjalanan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Seluruh langkah preventif dilakukan demi menjaga kenyamanan pelanggan di masa liburan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *