Madiun, 28 November 2025 – Demi mempercepat proses penanganan barang tertinggal, KAI Daop 7 Madiun sedang menyiapkan sistem pelacakan terintegrasi yang memungkinkan data barang temuan dan laporan kehilangan tersinkron secara real time. Sistem ini ditargetkan mampu mempersingkat waktu pencarian dan meningkatkan akurasi pencocokan.
Selama ini, proses pencocokan dilakukan melalui koordinasi manual antarstasiun dan petugas KA. Meski berjalan cukup baik, sistem baru ini diharapkan memberi efisiensi lebih besar, terutama pada jam sibuk.
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul menegaskan bahwa layanan Lost and Found merupakan prioritas. Ia menyampaikan, “Barang penumpang yang tertinggal dan telah diamankan dapat diambil kembali oleh pemiliknya setelah melalui proses verifikasi sesuai prosedur yang berlaku.”
Sistem pelacakan terintegrasi ini nantinya akan menghubungkan petugas di kereta, stasiun, serta pusat layanan pelanggan sehingga setiap barang temuan dapat segera masuk database dalam hitungan menit.
Dengan adanya sistem digital ini, penumpang akan lebih mudah memperoleh update terkait status barangnya. Proses verifikasi dipastikan berjalan tetap ketat, namun lebih cepat karena data lebih lengkap dan terstruktur.
KAI menilai langkah ini penting mengingat meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang masa liburan dan akhir tahun. Semakin cepat barang ditemukan, semakin besar pula kemungkinan barang kembali ke pemilik.
Inisiatif digitalisasi ini sekaligus menjadi bagian dari modernisasi layanan perjalanan yang terus dikembangkan oleh KAI Daop 7 Madiun. (Redaksi)

