Jakarta, 27 September 2025 – Memasuki usia ke-80, PT Kereta Api Indonesia (Persero) semakin mantap dalam mendukung digitalisasi end-to-end. Transformasi digital tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga menciptakan ekosistem transportasi yang inklusif, efisien, dan aman bagi masyarakat.

Sejak beberapa tahun terakhir, KAI meluncurkan berbagai inovasi digital mulai dari aplikasi Access by KAI, sistem boarding face recognition, hingga metode pembayaran nontunai. Semua ini dirancang untuk memudahkan pelanggan menikmati perjalanan tanpa hambatan.

“Dengan kehadiran layanan premium, digitalisasi end-to-end, serta moda baru seperti Whoosh dan LRT Jabodebek, KAI Group semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor transportasi modern yang efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi, mendukung agenda green transportation nasional,” jelas Anne Purba, Vice President Public Relations KAI.

Aplikasi Access by KAI kini menjadi pusat integrasi layanan, mulai dari pembelian tiket, pemilihan kursi, hingga akses informasi perjalanan secara real time. Fitur ini mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan layanan transportasi publik.

Sistem face recognition untuk boarding juga mempercepat proses naik kereta tanpa harus menggunakan tiket fisik. Hal ini bukan hanya efisien, tetapi juga sejalan dengan gerakan paperless yang ramah lingkungan.

Digitalisasi juga diterapkan dalam pengelolaan logistik, di mana pengiriman barang dapat dipantau secara digital, memastikan keandalan dan transparansi dalam rantai distribusi nasional.

Dengan digitalisasi end-to-end, KAI tidak hanya menjadi penyedia layanan transportasi, tetapi juga pencipta ekosistem cerdas yang mendukung mobilitas masa depan Indonesia. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *