Jakarta, 14 Januari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) sepanjang tahun 2025 berhasil mengelola dan mengamankan 15.050 barang tertinggal milik pelanggan dengan estimasi nilai mencapai Rp16.399.619.962. Dari jumlah tersebut, 4.782 item merupakan barang berharga, termasuk perangkat elektronik, dompet, perhiasan, serta dokumen penting.
Pengelolaan barang tertinggal tersebut berlangsung seiring tingginya mobilitas pelanggan kereta api. Sepanjang 2025, KAI Group melayani 503,5 juta perjalanan, dengan aktivitas perjalanan yang tersebar di ratusan stasiun dan ribuan perjalanan kereta setiap harinya. Dalam dinamika operasional tersebut, setiap temuan barang ditangani melalui mekanisme layanan yang tertata dan terkoordinasi di seluruh lini pelayanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penanganan barang tertinggal merupakan bagian dari standar layanan yang diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah operasi.
“Setiap laporan dan temuan barang ditindaklanjuti melalui prosedur yang jelas, mulai dari pengamanan awal, pendataan, hingga pengembalian kepada pemiliknya. Seluruh proses dicatat dan ditelusuri untuk memastikan ketertiban serta kepastian layanan,” ujar Anne.
Seiring meningkatnya volume perjalanan, KAI mengimbau pelanggan untuk tetap memperhatikan barang bawaan pribadi, terutama saat berada di dalam kereta maupun ketika tiba di stasiun tujuan. Peran aktif pelanggan membantu mempercepat proses identifikasi dan mendukung kelancaran penanganan apabila terjadi kehilangan.
Bagi pelanggan yang kehilangan barang, KAI menyediakan saluran pelaporan yang terintegrasi. Pelanggan dapat segera melapor kepada petugas di dalam kereta, mendatangi layanan Lost and Found di stasiun, atau menghubungi Contact Center 121 melalui telepon maupun WhatsApp di 0811-2223-3121 selama 24 jam, dengan menyampaikan detail barang dan data perjalanan.
Setiap proses pengambilan barang dilakukan melalui tahapan verifikasi data dan identitas, sehingga memastikan barang diserahkan kepada pihak yang berhak. Mekanisme ini diterapkan secara konsisten untuk menjaga keteraturan layanan dan kepercayaan pelanggan.
Anne menambahkan bahwa kenyamanan perjalanan tidak terlepas dari kepastian layanan di setiap tahapan perjalanan, termasuk setelah pelanggan turun dari kereta.
“Kepercayaan pelanggan tumbuh dari kepastian bahwa seluruh proses layanan dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab,” tutup Anne.
Dengan sistem layanan yang terjaga serta koordinasi petugas di lapangan yang berjalan berkesinambungan, KAI terus memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, nyaman, dan dapat diandalkan sebagai moda transportasi publik nasional. (Redaksi)

