

Jakarta, 15 September 2025 – Temuan terbaru menunjukkan bahwa para penipu mulai menggunakan teknologi artificial intelligence untuk menciptakan situs rekrutmen palsu yang sangat mirip dengan portal resmi KAI. Penemuan ini mengungkap bahwa tingkat sofistikasi penipuan online semakin meningkat, membuat masyarakat semakin rentan menjadi korban. Para pelaku menggunakan AI untuk menghasilkan konten, desain, bahkan chatbot yang dapat menjawab pertanyaan calon pelamar dengan sangat meyakinkan. “Kami tegaskan kembali bahwa seluruh proses rekrutmen KAI hanya dilakukan melalui situs resmi KAI,” kata Rokhmad Makin Zainul, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, sambil mengingatkan pentingnya verifikasi ganda sebelum memberikan data pribadi atau melakukan pembayaran apapun kepada situs yang mengklaim sebagai portal rekrutmen resmi.
(Redaksi)

