Jakarta, 07 Agustus 2025 –  PT Kereta Api Indonesia (Persero) semakin serius menerapkan prinsip ramah lingkungan dengan memanfaatkan teknologi face recognition dalam proses boarding. Langkah ini bukan hanya memudahkan penumpang, tetapi juga mengurangi limbah kertas dari tiket fisik.

Teknologi ini telah digunakan oleh lebih dari 6,3 juta pelanggan sejak 2023, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap layanan digital yang cepat, praktis, dan aman.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus, menuturkan, “Sejak diimplementasikan pada 2023, teknologi face recognition telah digunakan oleh lebih dari 6,3 juta pelanggan KAI. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan berbasis digital yang praktis dan aman.”

Dengan sistem ini, penumpang cukup memindai wajah untuk masuk peron, tanpa perlu mencetak tiket. Efisiensi ini berkontribusi pada penghematan biaya sebesar Rp239 juta sekaligus mengurangi penggunaan ribuan rol kertas.

Dari sisi operasional, face recognition mempercepat waktu boarding dan mengurangi antrean panjang di stasiun. Hal ini memberi pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan.

Selain itu, teknologi ini juga mendukung target keberlanjutan KAI. Mengurangi penggunaan kertas berarti turut menghemat sumber daya alam dan mengurangi beban lingkungan.

Keamanan data menjadi perhatian utama. “KAI memastikan bahwa seluruh data biometrik yang digunakan dalam face recognition terlindungi dan hanya digunakan untuk keperluan boarding,” ujar Joni.

KAI berkomitmen memperluas penerapan teknologi ini ke seluruh jaringan stasiun utama. Tujuannya adalah memberikan layanan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Dengan inovasi ini, KAI membuktikan bahwa transformasi digital dapat berjalan selaras dengan misi pelestarian lingkungan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *