Jakarta, 28 Oktober 2025 – Evaluasi kinerja yang dilaksanakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan bahwa LRT Jabodebek telah mencapai tingkat integrasi antarmoda yang sangat memuaskan, dengan keterhubungan yang mulus dengan berbagai moda transportasi publik lainnya yang memungkinkan penumpang untuk dengan mudah berpindah dari satu moda ke moda lainnya tanpa mengalami hambatan signifikan atau ketidaknyamanan dalam perjalanan mereka. Integrasi antarmoda yang telah dicapai ini mencakup integrasi fisik seperti penempatan berdekatan dari stasiun LRT dengan berbagai moda transportasi publik lainnya, integrasi sistem seperti koordinasi dalam penjadwalan dan berbagi informasi waktu nyata antar moda, serta integrasi pelanggan seperti pengembangan dari sistem pembayaran terpadu dan standar layanan yang konsisten di berbagai moda transportasi. Evaluasi kinerja mengungkapkan bahwa tingkat integrasi antarmoda yang telah dicapai LRT Jabodebek telah memberikan nilai signifikan kepada penumpang dengan memungkinkan mereka untuk mengakses berbagai tujuan dengan lebih mudah dan efisien dibandingkan dengan menggunakan moda transportasi tunggal saja. Integrasi antarmoda yang kuat ini juga merupakan komponen kritis dalam visi KAI untuk menciptakan ekosistem transportasi publik multi-modal terintegrasi di kawasan Jabodetabek.

Wakil Presiden Hubungan Masyarakat KAI Anne Purba menjelaskan bahwa peningkatan integrasi antarmoda di LRT Jabodebek telah menjadi fokus strategis dari KAI dalam upaya memperluas jangkauan geografis dari layanan LRT Jabodebek dan membuat sistem ini mudah diakses untuk segmen populasi yang lebih besar di kawasan Jabodetabek. Anne mengatakan bahwa Stasiun Kampung Rambutan, yang ditempatkan berdekatan dengan Terminal Kampung Rambutan, merupakan contoh kasus yang berhasil dari integrasi antarmoda yang sukses di mana penumpang dapat dengan mudah melakukan transfer ke berbagai moda transportasi publik lainnya termasuk Transjakarta, angkutan mikro, angkutan kota, bus kota, bus antar kota antar provinsi, dan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta. Anne menjelaskan bahwa pada Januari–September 2025, tercatat 427.644 pengguna yang melakukan tap masuk di Stasiun Kampung Rambutan, meningkat 63,6 persen dibandingkan dengan 260.880 pengguna pada periode yang sama tahun 2024, menunjukkan permintaan yang kuat terhadap keterhubungan yang ditawarkan oleh hub transportasi multi-modal ini. Anne menjelaskan, “Data ini menunjukkan konektivitas dan efisiensi waktu tempuh menjadi faktor utama peningkatan minat masyarakat terhadap LRT Jabodebek,” yang menunjukkan bahwa integrasi antarmoda adalah pendorong nilai signifikan untuk LRT Jabodebek.

Evaluasi kinerja juga mengidentifikasi bahwa angka tap keluar di Stasiun Kampung Rambutan mencapai 415.605 pengguna pada Januari–September 2025, meningkat 55,9 persen dibandingkan dengan 266.660 pengguna pada periode yang sama tahun 2024, menunjukkan bahwa tidak hanya transfer masuk ke LRT Jabodebek yang tinggi, tetapi juga transfer keluar dari LRT Jabodebek ke moda transportasi lainnya yang juga sangat signifikan. Pola ini menunjukkan bahwa Stasiun Kampung Rambutan telah berhasil menjadi hub yang menarik yang memfasilitasi aliran dua arah dari penumpang antara LRT Jabodebek dan berbagai moda transportasi publik lainnya, menciptakan situasi yang saling menguntungkan untuk semua moda transportasi yang terlibat dalam integrasi ini. Peningkatan pengguna di Stasiun Kampung Rambutan ini menunjukkan bahwa integrasi antarmoda yang efektif dapat secara signifikan mendorong pertumbuhan dalam volume pengguna di LRT Jabodebek.

Dengan terus meningkatkan integrasi antarmoda berdasarkan hasil dari evaluasi kinerja ini, KAI mengidentifikasi berbagai peluang untuk lebih memperkuat keterhubungan di berbagai stasiun-stasiun lainnya di jaringan LRT Jabodebek. Inisiatif-inisiatif yang akan diimplementasikan mencakup pengembangan dari hub transportasi multi-modal tambahan di stasiun-stasiun utama lainnya, perbaikan dalam infrastruktur fisik untuk memfasilitasi transfer yang lebih mulus antar moda, implementasi dari sistem informasi terintegrasi yang dapat memberikan informasi waktu nyata tentang berbagai pilihan moda dan keterhubungan mereka, serta pengembangan dari sistem pembayaran terintegrasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran tunggal untuk perjalanan yang melibatkan berbagai moda. KAI percaya bahwa dengan terus meningkatkan integrasi antarmoda dengan sistematis dan strategis, perusahaan dapat membuka potensi pertumbuhan yang signifikan dari LRT Jabodebek dan menjadikan sistem ini sebagai batu loncatan dari ekosistem transportasi publik multi-modal terintegrasi di kawasan Jabodetabek.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *