Jakarta, 10 Agustus 2025 – Eksplorasi alam di kawasan Glenmore, Banyuwangi, kini semakin mudah dilakukan berkat penambahan perhentian baru KA Pandanwangi yang mulai beroperasi 11 Agustus hingga 30 September 2025. Kawasan yang berada di ketinggian 372 meter di atas permukaan laut ini menawarkan pengalaman eksplorasi alam yang menakjubkan dengan perkebunan yang membentang luas, sungai jernih, dan udara sejuk bersuhu 20-27 derajat Celsius. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil inisiatif strategis ini untuk memberikan alternatif akses transportasi setelah penutupan jalur nasional di kawasan Gumitir, sekaligus mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Keputusan ini juga mendukung program pemerintah dalam mengembangkan destinasi wisata alam yang autentik dan berbasis pada konservasi lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal yang berkelanjutan.
Stasiun Glenmore menjadi bagian dari enam perhentian baru KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang pulang pergi, bersama lima stasiun lainnya yaitu Ledokombo, Sempolan, Garahan, Sumberwadung, dan Argopuro yang masing-masing menawarkan potensi eksplorasi alam tersendiri. Perjalanan menggunakan kereta api ini memberikan pengalaman eksplorasi yang dimulai dari dalam perjalanan dengan menyajikan panorama hijau yang memukau sepanjang rute, menjadikan waktu tempuh sebagai bagian integral dari petualangan alam yang berkesan. Jalur ini berfungsi sebagai koridor ekowisata yang menghubungkan berbagai destinasi alam di kawasan yang kaya akan keanekaragaman hayati dan keindahan landscape. Glenmore memiliki posisi strategis sebagai basecamp eksplorasi alam yang memadukan petualangan outdoor dengan pembelajaran tentang ekosistem perkebunan dan konservasi lingkungan.
Kawasan eksplorasi alam Glenmore memiliki karakteristik geografis yang beragam dengan luas wilayah 368,89 km² yang mencakup tujuh desa dengan potensi alam yang berbeda-beda. Wilayah ini dihuni 78.397 jiwa penduduk pada tahun 2023 yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dengan persentase 54,91 persen, memberikan kesempatan untuk eksplorasi kehidupan agraris yang masih autentik. Perekonomian di Desa Sumbergondo yang mulai beralih ke sektor pariwisata memanfaatkan potensi sungai, sumber mata air, hutan wisata, serta situs alam lainnya untuk pengembangan ekowisata. Salah satu yang sudah berkembang adalah wisata sungai dimana pengunjung dapat melakukan eksplorasi alam sambil menikmati pesona senja berlatar hamparan sawah yang luas dan asri, menciptakan pengalaman eksplorasi yang menenangkan dan edukatif sekaligus.
“Glenmore punya kekuatan wisata yang khas Indonesia dari bentang alam, kekayaan perkebunan, hingga cerita sejarah yang melekat di masyarakatnya. Dengan tambahan perhentian ini, kami berharap semakin banyak orang bisa mengakses berbagai destinasi menarik di kawasan ini, seperti Umbul Bening hingga Doesoen Kakao,” jelas Vice President Public Relations KAI Anne Purba. Destinasi eksplorasi alam unggulan meliputi hamparan perkebunan seluas 3.800 hektare yang menyimpan keanekaragaman hayati dan situs purbakala dari zaman Neolitikum, menawarkan eksplorasi yang menggabungkan aspek alam dan sejarah. Taman rekreasi air Umbul Bening memberikan kesempatan eksplorasi ekosistem air tawar dengan fasilitas yang ramah lingkungan, sementara Doesoen Kakao menawarkan eksplorasi tentang ekosistem perkebunan kakao yang berkelanjutan. Kawasan ini juga terkenal dengan Perkebunan Kendenglembu yang menghasilkan kakao edel berkualitas ekspor ke Eropa seperti Swiss, Prancis, dan Inggris, memberikan kesempatan eksplorasi tentang praktik pertanian organik dan berkelanjutan. KAI memastikan seluruh penyesuaian perjalanan telah dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk mendukung pengalaman eksplorasi alam yang aman, nyaman, dan berkesan bagi semua pengunjung.
(Redaksi)

