Jakarta, 6 September 2025 – Komponen edukasi keselamatan perjalanan kereta api dalam program Rail Clinic KAI selama Bulan Agustus 2025 memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat pengguna jasa kereta api. Program ini tidak hanya fokus pada kesehatan medis, tetapi juga pada kesehatan dan keselamatan dalam konteks transportasi. Edukasi keselamatan ini menjadi investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku aman saat menggunakan kereta api.
Materi edukasi keselamatan yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari cara naik turun kereta yang benar, pentingnya menjaga jarak aman dari rel kereta, hingga prosedur darurat yang harus dilakukan dalam situasi emergency. Peserta juga diajarkan tentang bahaya menyeberang rel sembarangan, pentingnya menggunakan jembatan penyeberangan, dan cara berkomunikasi dengan petugas stasiun dalam situasi yang memerlukan bantuan.
Target edukasi keselamatan ini adalah 60 siswa yang juga mengikuti penyuluhan kesehatan, sehingga mereka mendapat paket edukasi yang komprehensif. Siswa-siswa ini diharapkan menjadi agent of change yang dapat menyebarkan pengetahuan keselamatan kepada teman-teman dan keluarga mereka. Metode penyampaian yang interaktif dengan menggunakan simulasi dan permainan edukatif membuat materi keselamatan mudah dipahami dan diingat.
“Rail Clinic kami hadirkan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat langsung. Kereta api tidak hanya sekadar menghubungkan kota demi kota, tetapi juga menjembatani kesehatan, pengetahuan, dan kesejahteraan,” tegas Anne Purba, Vice President Public Relations KAI. Integrasi edukasi keselamatan dalam program kesehatan menunjukkan pendekatan holistik KAI dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan pengguna jasa kereta api.
(Redaksi)

