Jakarta, 6 Agustus 2025 — Ketergantungan Indonesia terhadap energi berbasis batu bara masih tinggi, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) memainkan peran penting dalam menyuplai kebutuhan tersebut. Hingga Juli 2025, KAI telah mendistribusikan 32,49 juta ton batu bara dari total 39,2 juta ton angkutan barang, yang sebagian besar dialirkan ke pembangkit listrik di Jawa dan Bali.

Dengan kontribusi sebesar 82,83%, batu bara mendominasi layanan logistik KAI, sekaligus menjadi penopang stabilitas sistem ketenagalistrikan nasional. Dari kebutuhan rumah tangga, industri, hingga UMKM, semuanya bergantung pada pasokan energi yang andal dan efisien.

“Bagi kami, distribusi energi bukan sekadar soal logistik. Ini tentang memastikan kehidupan tetap berjalan dari rumah tangga yang membutuhkan penerangan hingga UMKM yang bergantung pada energi untuk menjalankan usahanya,” ungkap Anne Purba, Vice President Public Relations KAI.

Kereta api menawarkan efisiensi luar biasa dalam distribusi massal. Jalur khusus untuk angkutan batu bara di Sumatera Selatan memungkinkan perjalanan bebas hambatan, menjauhkan risiko kemacetan dan penundaan seperti di transportasi darat.

KAI juga terus berinovasi dalam menjaga performa logistik, dari sisi teknis maupun pengelolaan SDM. Setiap rangkaian diperiksa berkala untuk menjamin keamanan dan ketepatan waktu. Infrastruktur pendukung diperkuat untuk menjaga rantai pasokan tetap lancar.

Dalam jangka menengah, KAI tengah mempersiapkan pembangunan Terminal Tarahan II yang ditargetkan menyerap 18 juta ton batu bara. Proyek ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan distribusi energi nasional.

Tak hanya mengandalkan batu bara, KAI juga menyusun strategi untuk memperkuat angkutan non-batu bara demi diversifikasi logistik. Target pada 2029 mencakup peningkatan volume hingga 15%, menjadikan perkeretaapian sebagai solusi masa depan logistik berkelanjutan.

Dengan jalur distribusi yang konsisten dan bisa diandalkan, KAI terus membuktikan diri sebagai mitra strategis dalam menjaga pasokan energi Indonesia. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *