Jakarta, 4 Agustus 2025 – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Didiek Hartantyo, mendorong terwujudnya regenerasi kepemimpinan yang berintegritas di lingkungan KAI. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan KAI Leadership Forum 2025 yang mengangkat tema makna kepemimpinan dalam transformasi perusahaan.

Didiek menekankan bahwa regenerasi pemimpin tidak hanya berbicara tentang menggantikan posisi, melainkan memastikan bahwa nilai, visi, dan integritas dalam kepemimpinan dapat terus diwariskan. Ia menilai bahwa keberlanjutan transformasi perusahaan sangat bergantung pada kesiapan generasi berikutnya dalam memimpin.

“Kepemimpinan itu harus dipersiapkan, tidak datang secara instan. Maka, kita perlu membangun proses regenerasi dengan pendekatan yang utuh: dari nilai, tujuan, hingga pemaknaan peran,” kata Didiek Hartantyo.

Menurutnya, pemimpin masa depan harus memiliki kepekaan terhadap perubahan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai dasar perusahaan. Ia juga menyebut bahwa integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin KAI, agar tetap menjaga kepercayaan publik.

Didiek menjelaskan bahwa selama proses transformasi KAI dalam beberapa tahun terakhir, peran pemimpin sangat krusial dalam menyelaraskan sistem dan budaya kerja. Oleh karena itu, regenerasi pemimpin harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar tidak terjadi kekosongan arah dalam perjalanan organisasi.

“Jika kita ingin organisasi ini terus relevan dan berkembang, maka regenerasi kepemimpinan tidak bisa ditunda. Kita harus menyiapkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga bijak dan tangguh secara emosional dan spiritual,” tegas Didiek.

Ia juga menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang siapa yang berada di posisi teratas, melainkan siapa yang mampu menyalakan makna dan membawa perubahan. Dalam forum tersebut, Didiek mengajak seluruh jajaran untuk membimbing dan membuka ruang bagi para calon pemimpin muda di KAI.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa perusahaan harus menciptakan ekosistem pembelajaran dan mentoring yang memungkinkan pemimpin baru tumbuh dengan karakter yang kuat dan orientasi jangka panjang. Hal ini penting agar mereka tidak hanya terfokus pada pencapaian angka, tetapi juga pada dampak dan makna dari tindakan kepemimpinannya.

Didiek juga menyoroti pentingnya keberanian untuk menghadapi tantangan dan kejujuran dalam menyikapi kegagalan sebagai bagian dari proses kepemimpinan. Menurutnya, hanya dengan integritas dan ketulusan, seorang pemimpin dapat menumbuhkan kepercayaan dan membangun tim yang solid.

“Regenerasi pemimpin yang berintegritas adalah kunci keberlanjutan organisasi. Jangan wariskan jabatan, wariskan nilai. Dan jangan hanya mengajarkan cara memimpin, tapi juga kenapa kita harus memimpin,” pungkas Didiek di akhir forum. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *