Jakarta, 22 September 2025 – Aceh Utara menyimpan banyak kisah sejarah dan kini semakin lengkap dengan kehadiran KA Cut Meutia. Kereta perintis ini tidak hanya melayani mobilitas warga, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju jejak perjuangan pahlawan nasional yang namanya diabadikan pada layanan transportasi berbasis rel ini.
KA Cut Meutia beroperasi sejak 3 November 2016 dengan rangkaian KRDI buatan PT INKA. Hingga Agustus 2025, tercatat 30.527 penumpang telah menggunakan layanan ini dengan 1.944 perjalanan. Peningkatan rute sejak Juni 2023 menjadi 21,4 km membuat konektivitas di Aceh Utara semakin baik.
Tarifnya yang hanya Rp2.000 membuat layanan ini dapat dijangkau semua kalangan. “KA Cut Meutia hadir sebagai transportasi andalan masyarakat sekaligus pintu menuju pengalaman wisata yang khas di Aceh. Dari balik jendela kereta, pelanggan dapat menikmati panorama pantai seperti Pantai Mulia, Pantai Curah, hingga Pantai Krueng Mane. Inilah wujud layanan Semakin Melayani di HUT ke-80 KAI, menghadirkan perjalanan singkat yang penuh cerita dan memperkaya pengalaman berwisata bagi masyarakat di sana,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
Nama KA Cut Meutia diambil dari sosok pahlawan perempuan Aceh yang berjuang melawan penjajah. Hingga kini, Rumah Cut Meutia yang berada di Aceh Utara masih berdiri sebagai museum, menjadi pengingat sekaligus sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Konektivitas kereta ini bukan hanya soal transportasi, melainkan juga tentang merajut masa lalu dengan masa kini. Perjalanan singkat dengan KA Cut Meutia memungkinkan masyarakat sekaligus wisatawan merasakan pengalaman yang sarat nilai budaya dan sejarah.
“KA Cut Meutia membuktikan bahwa layanan kereta api bisa hadir hingga ke provinsi paling barat Nusantara. Perjalanan singkatnya tidak hanya menghubungkan stasiun, tapi juga menghadirkan pengalaman wisata dan napak tilas sejarah Aceh. Inilah semangat Semakin Melayani yang KAI rayakan di HUT ke-80, menjaga konektivitas sekaligus menghidupkan budaya lokal,” tutup Anne.
Dengan adanya KA Cut Meutia, masyarakat tidak hanya dimudahkan dalam perjalanan, tetapi juga diajak untuk mengenang jejak perjuangan Cut Nyak Meutia. Inilah cara KAI merangkai sejarah dengan layanan transportasi masa kini. (Redaksi)

