Jakarta, 22 September 2025 – Di Aceh Utara, perjalanan dengan KA Cut Meutia menghadirkan pengalaman unik yang menggabungkan keindahan alam dengan sejarah perjuangan. Kereta perintis ini menjadi simbol nyata kehadiran transportasi modern di ujung barat Indonesia, sekaligus pengingat akan jejak pahlawan nasional Cut Nyak Meutia. Setiap rel yang dilewati membawa cerita, dari panorama pantai hingga situs bersejarah yang masih terjaga.
Sejak dioperasikan pada 3 November 2016, KA Cut Meutia telah melayani puluhan ribu penumpang. Dengan tarif hanya Rp2.000, masyarakat bisa menikmati perjalanan singkat penuh makna yang menghubungkan Krueng Geukueh hingga Kutablang, stasiun paling barat di Tanah Air. Layanan ini tak hanya murah, tetapi juga memperlihatkan komitmen KAI untuk memperluas akses transportasi hingga daerah pelosok.
“KA Cut Meutia hadir sebagai transportasi andalan masyarakat sekaligus pintu menuju pengalaman wisata yang khas di Aceh. Dari balik jendela kereta, pelanggan dapat menikmati panorama pantai seperti Pantai Mulia, Pantai Curah, hingga Pantai Krueng Mane. Inilah wujud layanan Semakin Melayani di HUT ke-80 KAI, menghadirkan perjalanan singkat yang penuh cerita dan memperkaya pengalaman berwisata bagi masyarakat di sana,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
Rute sejauh 21,4 km yang ditempuh KA Cut Meutia merupakan perkembangan dari jalur awal sepanjang 11,5 km. Perpanjangan lintasan ini memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Aceh Utara. Dengan frekuensi delapan perjalanan pulang-pergi per hari, kereta ini menjadi moda transportasi yang dapat diandalkan.
Keunikan KA Cut Meutia juga terletak pada makna nama yang diembannya. Cut Nyak Meutia adalah pahlawan perempuan Aceh yang dikenal gigih melawan penjajahan. Kini, namanya diabadikan melalui kereta ini, seakan membawa penumpang untuk ikut menapaktilasi perjuangan dan semangatnya. Tak jauh dari jalur perjalanan, masyarakat bisa mengunjungi Rumah Cut Meutia yang telah menjadi museum sejarah.
Layanan ini bukan hanya sekadar transportasi, melainkan juga bagian dari upaya KAI menghadirkan konektivitas sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Dari pantai yang indah hingga jejak sejarah perjuangan, perjalanan dengan KA Cut Meutia menyatukan unsur alam dan sejarah dalam satu lintasan.
Di usia ke-80, KAI terus membuktikan komitmennya menghadirkan layanan yang tak hanya modern, tetapi juga sarat makna. KA Cut Meutia menjadi wujud bahwa transportasi dapat merangkul budaya, wisata, dan kesejarahan dalam satu pengalaman yang menyeluruh. (Redaksi)

