Jakarta, 25 Desember 2025 – Dampak positif terhadap UMKM lokal semakin terasa dengan mobilitas 644.336 wisatawan melalui KA Lodaya sepanjang Januari–November 2025. Pergerakan wisatawan di delapan kota yang dilalui menciptakan transaksi ekonomi yang menguntungkan pelaku usaha kecil dan menengah—dari penjual kuliner, kerajinan tangan, hingga penyedia jasa transportasi lokal. Aksesibilitas yang baik melalui kereta api memudahkan wisatawan untuk singgah dan berinteraksi dengan produk lokal, menciptakan peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM. PT Kereta Api Indonesia menyadari peran strategis transportasi dalam mendukung ekonomi kerakyatan dan terus mengoptimalkan layanan untuk memaksimalkan dampak positif ini.
Pergerakan wisatawan menciptakan efek multiplikasi ekonomi di berbagai sektor. Anne Purba menyampaikan bahwa dampak ekonomi ini sejalan dengan visi transportasi inklusif. “Melalui KA Lodaya, pelanggan dapat merencanakan perjalanan yang mengombinasikan kereta api antarkota dengan layanan kereta cepat Whoosh melalui konektivitas KA Feeder. Dalam satu rangkaian perjalanan, pelanggan bisa merasakan karakter dan vibes kota yang berbeda,” jelasnya. Wisatawan yang singgah di berbagai kota tidak hanya mengunjungi destinasi utama tetapi juga berinteraksi dengan ekonomi lokal. Pembelian oleh-oleh, konsumsi kuliner lokal, dan penggunaan jasa transportasi lokal memberikan pendapatan bagi masyarakat.
Konektivitas dengan Whoosh yang melayani jutaan penumpang memperluas pasar UMKM hingga wisatawan dari Jabodetabek. Rangkaian modern dengan kenyamanan optimal mendorong lebih banyak wisatawan untuk bepergian. KAI berkomitmen terus menghadirkan layanan yang tidak hanya memfasilitasi mobilitas tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui aksesibilitas yang inklusif.
(Redaksi)

