27 Oktober 2026 – Kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali memicu gelombang kritik dari jajaran pelatih dan pemain setelah laga sengit digelar di stadion megah tersebut. Pemprov DKI Jakarta langsung mengambil sikap responsif dengan merencanakan evaluasi menyeluruh atas kualitas rumput JIS seusai laga Persija Jakarta melawan Persik Kediri. Langkah cepat ini diambil menyusul keluhan terbuka yang dilontarkan oleh juru taktik Persija Jakarta, Shin Tae-yong, beserta sang kapten tim, Rizky Ridho, yang merasa performa para pemain di atas lapangan hijau menjadi tidak maksimal akibat permukaan tanah yang dinilai kurang layak.
Menanggapi kritik keras tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menegaskan bahwa seluruh masukan yang disampaikan oleh kedua tim akan segera dihimpun dan diteruskan kepada pihak pengelola. Pihak Pemprov DKI Jakarta berjanji akan duduk bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku entitas pengelola stadion untuk mendiskusikan langkah pembenahan secara teknis. Evaluasi ini dipandang penting agar catatan buruk mengenai kondisi lapangan tidak terus berulang dan berpotensi merugikan performa para atlet yang bertanding dalam ajang kompetisi resmi.
Komitmen untuk menjaga mutu lapangan sebenarnya telah menjadi perhatian khusus jajaran pemerintah daerah sejak jauh hari. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan telah memberikan instruksi langsung kepada jajaran direksi Jakpro agar proses pemulihan dan perawatan rumput stadion dilakukan dengan standar tertinggi. Pemerintah berharap pengawasan yang ketat dapat mempersingkat masa pemulihan rumput setelah digunakan untuk agenda nongelora, sehingga stadion dapat kembali digunakan untuk pertandingan olahraga berstandar internasional tanpa harus mengorbankan keamanan dan keselamatan para pemain.
Keluhan mendalam ini mengemuka tepat setelah Macan Kemayoran berhasil membungkus kemenangan tipis 2-1 atas Macan Putih dalam laga kandang yang penuh tekanan. Kendati berhasil mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri, Shin Tae-yong secara blak-blakan menyebut kondisi lapangan JIS sangat membahayakan dan sebenarnya tidak memenuhi standar layak untuk sebuah laga sepak bola profesional. Pelatih asal Korea Selatan tersebut menekankan bahwa kualitas rumput yang optimal merupakan syarat mutlak agar sebuah tim dapat menyuguhkan tontonan yang menghibur dan berkualitas bagi para suporter.
Senada dengan sang pelatih, Rizky Ridho mengakui bahwa buruknya kondisi rumput sangat mengganggu aliran bola dan skema permainan tim. Kapten Persija tersebut menuturkan bahwa masalah kualitas rumput seolah menjadi persoalan klasik yang terus berulang dari tahun ke tahun setelah stadion digunakan untuk penyelenggaraan acara komersial seperti konser musik. Meski tetap menghormati upaya pengelola dalam memanfaatkan fasilitas stadion untuk mendukung sektor ekonomi pendukung, Ridho berharap manajemen JIS dapat menyeimbangkan penggunaan area stadion dengan perawatan rumput yang intensif demi mendukung ambisi Persija meraih gelar juara. (redaksi)

