30 Juni 2026 – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan pertandingan yang penuh ketegangan dan kejutan. Dua laga yang berlangsung pada hari yang sama menyuguhkan cerita berbeda bagi tim tim unggulan dunia. Brasil berhasil menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar, sementara Jerman justru harus mengakhiri perjalanan mereka secara menyakitkan setelah kalah dalam adu penalti dari Paraguay.
Pertandingan antara Brasil dan Jepang berlangsung dengan tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Tim Samba langsung mengambil inisiatif menyerang dan mendominasi penguasaan bola pada awal pertandingan. Meski terus menekan pertahanan Jepang, rapatnya organisasi permainan lawan membuat Brasil kesulitan menciptakan peluang bersih. Beberapa percobaan dari luar kotak penalti masih mampu diamankan penjaga gawang Jepang yang tampil cukup solid sepanjang babak pertama.
Di tengah dominasi Brasil, Jepang justru berhasil mencuri keunggulan lebih dahulu. Kaishu Sano menjadi aktor utama setelah melakukan aksi individu yang impresif dari area tengah lapangan sebelum melepaskan tendangan keras mendatar dari luar kotak penalti. Bola meluncur mulus ke gawang Brasil dan membuat Jepang unggul 1 0. Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri tim Asia itu untuk mempertahankan keunggulan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Brasil langsung melakukan perubahan strategi dengan menambah daya serang melalui pergantian pemain. Keputusan tersebut terbukti memberikan dampak positif. Tekanan yang terus menerus akhirnya membuahkan hasil ketika Casemiro sukses menyundul bola hasil umpan silang dari sisi lapangan dan mengubah kedudukan menjadi 1 1. Setelah gol penyeimbang tercipta, Brasil semakin agresif mencari gol kemenangan.
Sejumlah peluang emas terus dihasilkan Brasil, termasuk peluang Vinicius Junior yang sempat membentur tiang gawang. Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Gabriel Martinelli muncul sebagai pahlawan. Memanfaatkan umpan matang Bruno Guimaraes, Martinelli berhasil menaklukkan penjaga gawang Jepang dari jarak dekat pada masa tambahan waktu. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 2 1 sekaligus membawa Brasil melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading dan Norwegia.
Berbeda dengan Brasil yang berpesta kemenangan, Jerman justru harus menerima kenyataan pahit saat menghadapi Paraguay. Duel berlangsung sangat ketat sejak awal pertandingan dengan kedua tim sama sama menampilkan permainan disiplin. Paraguay lebih dahulu memberikan ancaman melalui situasi bola mati, sementara Jerman berusaha menguasai jalannya laga melalui penguasaan bola dan distribusi umpan yang rapi. Meski demikian, rapatnya pertahanan Paraguay membuat Die Nationalelf kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Paraguay akhirnya berhasil memecah kebuntuan menjelang turun minum. Julio Enciso menyambut umpan silang dengan sundulan akurat yang tidak mampu diantisipasi penjaga gawang Jerman. Gol tersebut membawa Paraguay unggul 1 0 hingga akhir babak pertama. Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui Kai Havertz yang mencetak gol lewat sundulan memanfaatkan umpan Florian Wirtz.
Setelah skor kembali imbang, Jerman terus mendominasi jalannya pertandingan dan berusaha mencari gol kemenangan. Beberapa peluang berhasil diciptakan, termasuk gol Jonathan Tah pada babak tambahan waktu yang akhirnya dianulir setelah tinjauan video menunjukkan adanya pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay. Hingga 120 menit pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama semakin terasa ketika babak adu penalti dimulai. Kai Havertz yang menjadi penendang pertama Jerman gagal menjalankan tugasnya sehingga memberikan keuntungan bagi Paraguay. Kedua tim sempat saling bergantian mencetak gol maupun gagal mengeksekusi penalti. Ketegangan berlangsung hingga penendang terakhir ketika Jose Canale sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Paraguay pun memenangkan adu penalti dengan skor 4 3 dan memastikan langkah mereka ke babak 16 besar, sedangkan Jerman harus mengakhiri perjalanan di turnamen ini lebih cepat dari yang diperkirakan.
Hasil dua pertandingan tersebut kembali menegaskan bahwa fase gugur Piala Dunia selalu menghadirkan cerita yang sulit diprediksi. Brasil membuktikan kualitasnya dengan bangkit dari ketertinggalan dan menjaga asa meraih gelar juara, sementara Paraguay menciptakan salah satu kejutan terbesar turnamen dengan menyingkirkan Jerman melalui pertarungan sengit hingga babak adu penalti. Dengan semakin ketatnya persaingan, setiap pertandingan di babak berikutnya dipastikan akan berlangsung lebih menarik karena setiap kesalahan kecil dapat menentukan nasib sebuah tim. (Redaksi)

