24 Juni 2026 – Kehadiran Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) menjadi babak baru dalam pengembangan transportasi publik di Jakarta Utara. Setelah resmi beroperasi, stasiun ini langsung menarik perhatian masyarakat, terutama para penggemar sepak bola dan penonton konser yang selama ini menantikan akses transportasi massal yang lebih praktis menuju kawasan stadion. Dengan terhubung ke jaringan KRL Commuter Line, perjalanan menuju JIS kini menjadi lebih mudah, meski masih terdapat sejumlah penyesuaian operasional yang harus dipahami para pengguna.
Peresmian operasional Stasiun JIS dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada 22 Juni 2026. Lokasinya berada di antara Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok, menjadikannya titik penting yang mendukung mobilitas masyarakat menuju salah satu stadion terbesar dan termegah di Indonesia. Kehadiran stasiun ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi saat berlangsungnya pertandingan sepak bola, konser musik, maupun berbagai kegiatan berskala besar lainnya.
Meski telah beroperasi, pola perjalanan menuju Stasiun JIS masih memiliki karakteristik tersendiri. Penumpang yang berangkat dari arah Stasiun Jakarta Kota belum bisa langsung turun di Stasiun JIS. Kereta terlebih dahulu harus melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Tanjung Priok sebelum kembali bergerak ke arah Jakarta Kota dan berhenti di Stasiun JIS. Kondisi ini terjadi karena saat ini stasiun baru dilengkapi satu peron aktif yang melayani perjalanan dari arah Tanjung Priok menuju Jakarta Kota.
Dalam praktiknya, perjalanan dari Jakarta Kota menuju Tanjung Priok memerlukan waktu sekitar 15 menit. Setelah tiba di Tanjung Priok, kereta akan melakukan proses transit sebelum kembali bergerak menuju JIS. Dari Tanjung Priok ke Stasiun JIS hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Dengan sistem yang berlaku saat ini, total waktu tempuh dari Jakarta Kota menuju Stasiun JIS dapat mencapai sekitar 45 menit hingga satu jam, tergantung waktu tunggu saat transit.
Selain fasilitas transportasinya, Stasiun JIS juga menawarkan sejumlah akses masuk yang dirancang untuk memudahkan pergerakan penumpang. Terdapat tiga jalur akses menuju area stasiun, salah satunya melalui Jalan RE Martadinata. Jalur ini terhubung langsung dengan fasilitas penyeberangan orang yang mengarah ke kawasan stadion. Penumpang hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga menit berjalan kaki dari stasiun menuju Jakarta International Stadium melalui jembatan penyeberangan yang telah disediakan.
Dari sisi fasilitas, suasana Stasiun JIS masih terlihat sangat baru. Berbagai sarana pendukung seperti loket tiket, ruang petugas keamanan, musala, gudang, serta toilet untuk pria, wanita, dan penyandang disabilitas telah tersedia. Menariknya, sejumlah ruangan dibangun menggunakan konsep kontainer modern dengan warna-warna berbeda sebagai penanda fungsi masing-masing ruangan. Desain ini memberikan kesan praktis sekaligus modern bagi para pengguna.
Kehadiran stasiun baru ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga menilai akses menuju stadion kini jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Para pendukung Persija Jakarta menjadi salah satu kelompok yang paling antusias karena dapat memanfaatkan KRL untuk menuju stadion saat pertandingan kandang berlangsung. Selain lebih praktis, penggunaan transportasi publik juga dianggap lebih hemat dan efisien dibandingkan membawa kendaraan pribadi.
Meski demikian, sejumlah pengguna masih berharap adanya penyempurnaan fasilitas pada masa mendatang. Salah satu masukan yang paling sering disampaikan adalah penambahan peron agar kereta dari dua arah dapat langsung melayani Stasiun JIS tanpa harus transit di Tanjung Priok. Selain itu, beberapa warga juga menginginkan akses pejalan kaki yang lebih ringkas sehingga perjalanan dari stadion menuju stasiun maupun sebaliknya menjadi lebih nyaman.
Dengan mulai beroperasinya Stasiun JIS, Jakarta semakin memperkuat integrasi antara fasilitas olahraga, hiburan, dan transportasi publik. Kehadiran stasiun ini tidak hanya mendukung mobilitas penonton acara besar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih modern, terhubung, dan ramah bagi masyarakat. Seiring pengembangan fasilitas yang terus dilakukan, Stasiun JIS berpotensi menjadi salah satu simpul transportasi penting di Jakarta Utara pada masa mendatang. (Redaksi)

