22 Juni 2026 – Suasana duka menyelimuti sebuah keluarga di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, setelah kebakaran hebat melanda rumah mereka pada dini hari. Peristiwa yang terjadi ketika sebagian penghuni masih terlelap itu berakhir tragis dengan meninggalnya dua remaja yang tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api. Sementara seorang korban lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kebakaran terjadi di sebuah rumah dua lantai yang berada di Desa Kadongdong sekitar pukul 04.30 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik yang memicu percikan dan dengan cepat menyambar bagian atap rumah. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke berbagai bagian bangunan, terutama area lantai atas yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.
Saat kejadian berlangsung, salah seorang penghuni rumah yang menyadari adanya api berusaha menyelamatkan diri sekaligus membangunkan rekan-rekannya yang masih tertidur. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dua remaja yang berada di dalam rumah diduga masih tertidur pulas dan tidak merespons peringatan yang diberikan. Kondisi tersebut membuat keduanya tidak memiliki cukup waktu untuk keluar dari bangunan yang mulai dipenuhi asap dan kobaran api.
Api terus membesar dan melahap bagian atap serta lantai atas rumah. Situasi yang berlangsung sangat cepat membuat proses penyelamatan menjadi semakin sulit. Seorang remaja lainnya berhasil keluar dari rumah, tetapi mengalami luka bakar akibat terpapar panas dan api saat berusaha menyelamatkan diri. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Warga sekitar yang mengetahui adanya kebakaran langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan. Dengan menggunakan peralatan seadanya, mereka berusaha memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Namun besarnya kobaran api membuat upaya awal tersebut belum mampu menghentikan penyebaran api yang terus menghanguskan bangunan.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan proses pemadaman untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar area permukiman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
Saat melakukan penyisiran di dalam bangunan yang telah hangus terbakar, petugas menemukan dua korban dalam keadaan meninggal dunia. Kedua remaja tersebut diduga terjebak di dalam rumah ketika api mulai membesar sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga.
Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bagian lantai atas rumah beserta seluruh isi ruangan yang berada di area terdampak. Bangunan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal keluarga kini hanya menyisakan puing-puing dan material yang hangus terbakar. Kerugian materi akibat peristiwa ini diperkirakan cukup besar mengingat sebagian besar bagian rumah mengalami kerusakan berat.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya korsleting listrik di lingkungan rumah tangga. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta kesiapan menghadapi keadaan darurat dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.
Di tengah duka yang mendalam, masyarakat setempat turut memberikan dukungan kepada keluarga korban. Kejadian tersebut meninggalkan kesedihan bagi warga sekitar yang tidak menyangka kebakaran yang terjadi menjelang pagi hari itu akan merenggut nyawa dua remaja sekaligus dan mengubah kehidupan sebuah keluarga dalam sekejap. (Redaksi)

