13 Juni 2026 – Aktivitas lalu lintas di sejumlah titik Jakarta Pusat sempat terganggu akibat aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat malam. Kepadatan kendaraan terjadi di kawasan Jalan Salemba Raya hingga Jalan Jenderal Sudirman setelah massa aksi memadati sebagian ruas jalan. Meski sempat diwarnai ketegangan dan pembakaran sampah di tengah jalan, kondisi berangsur kondusif setelah aparat melakukan penanganan dan pengaturan lalu lintas.

Kemacetan terpantau terjadi di Jalan Salemba Raya, tepatnya di sekitar Halte Transjakarta Paseban. Massa aksi menempati sebagian badan jalan sehingga ruang gerak kendaraan menjadi terbatas. Dari tiga lajur yang tersedia, kendaraan hanya dapat melintas melalui satu jalur di sisi kanan. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan memanjang dan memperlambat arus lalu lintas di kawasan yang dikenal sebagai salah satu jalur utama ibu kota.

Untuk mengurangi kepadatan, petugas memberlakukan pengaturan lalu lintas sementara dengan membuka jalur khusus Transjakarta agar dapat digunakan kendaraan umum lainnya. Langkah ini dilakukan guna menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan meskipun ruang jalan yang tersedia berkurang akibat aksi demonstrasi.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai spanduk yang berisi tuntutan terkait isu ekonomi dan kebijakan pemerintahan. Sejumlah peserta aksi juga melakukan pembakaran sampah dan benda-benda lain di tengah jalan. Api yang muncul di badan jalan kemudian menarik perhatian aparat keamanan yang berjaga di lokasi karena berpotensi membahayakan pengguna jalan dan memperparah gangguan lalu lintas.

Petugas gabungan dari TNI dan Polri segera bergerak untuk memadamkan api. Upaya tersebut sempat memicu ketegangan antara aparat dan sebagian peserta aksi. Beberapa saat terjadi aksi saling dorong ketika petugas berusaha mendekati titik pembakaran. Namun situasi berhasil dikendalikan tanpa insiden yang lebih besar.

Untuk mempercepat pemadaman, petugas menggunakan alat pemadam api ringan yang disemprotkan langsung ke sumber api. Asap tebal yang muncul akibat proses pemadaman sempat menyelimuti area sekitar dan mengurangi jarak pandang. Selain itu, bau menyengat dari material yang terbakar dan cairan pemadam juga sempat dirasakan oleh warga serta pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pembersihan menggunakan kendaraan tangki air. Sisa-sisa pembakaran disiram hingga benar-benar padam dan tidak menimbulkan potensi kebakaran lanjutan. Sejumlah petugas kemudian membersihkan material yang tersisa di jalan agar arus lalu lintas dapat segera kembali normal.

Seiring dengan proses pembersihan yang berlangsung, massa aksi mulai bergeser ke pinggir jalan dan tidak lagi menutup sebagian besar lajur kendaraan. Aparat kemudian membuka kembali seluruh jalur yang sebelumnya terdampak demonstrasi. Secara bertahap kepadatan kendaraan mulai terurai dan arus lalu lintas kembali bergerak lebih lancar menjelang malam.

Sementara itu, di kawasan Tosari, Jakarta Pusat, kelompok massa yang sebelumnya bertahan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman juga mulai membubarkan diri. Kawasan tersebut sempat menjadi salah satu titik konsentrasi massa yang menyebabkan akses menuju Bundaran HI mengalami pembatasan sementara.

Setelah situasi dinilai aman dan terkendali, aparat membuka kembali barikade yang sebelumnya dipasang di ruas jalan tersebut. Kendaraan yang sempat tertahan akhirnya dapat kembali melintas menuju Bundaran HI. Pembukaan akses jalan ini disambut positif oleh para pengguna jalan yang sebelumnya harus mencari jalur alternatif.

Menjelang malam, sebagian besar peserta aksi telah meninggalkan lokasi. Aparat keamanan juga mulai mengurangi jumlah personel yang berjaga setelah kondisi dinyatakan kondusif. Meski demikian, sejumlah orang masih terlihat berada di sekitar jalur khusus Transjakarta dan area trotoar sebelum akhirnya meninggalkan lokasi secara bertahap.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana aksi demonstrasi di kawasan strategis ibu kota dapat berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Berkat koordinasi antara aparat keamanan, petugas lalu lintas, dan peserta aksi, situasi yang sempat memanas akhirnya dapat dikendalikan sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa gangguan berarti. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *