7 Juni 2026 – Tumpukan sampah yang menutupi aliran Sungai Cibanten di Kota Serang menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi sungai yang sempat dipenuhi limbah rumah tangga hingga menghambat aliran air akhirnya ditangani melalui aksi bersih-bersih besar-besaran yang melibatkan pemerintah, relawan, dan masyarakat. Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari tersebut, sedikitnya 15 ton sampah berhasil diangkut dari badan sungai.
Pemandangan memprihatinkan sempat terlihat di kawasan Kelurahan Unyur, Kota Serang. Hamparan sampah yang didominasi plastik, styrofoam, serta limbah rumah tangga lainnya menumpuk di sepanjang aliran Sungai Cibanten. Tumpukan tersebut bahkan menutupi sebagian besar permukaan sungai dan berpotensi mengganggu fungsi aliran air.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penumpukan sampah terjadi akibat limbah yang terbawa arus sungai dan tersangkut pada pohon tumbang yang melintang di tengah aliran. Kondisi itu menyebabkan sampah terus bertambah dari hari ke hari hingga membentuk endapan besar yang bertahan lebih dari satu pekan.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten bergerak cepat dengan mengoordinasikan kegiatan pembersihan bersama sejumlah instansi dan komunitas. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Komunitas Peduli Sungai Banten, serta anggota Pramuka.
Kolaborasi lintas sektor itu dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi sampah sekaligus memulihkan fungsi sungai yang terganggu akibat penumpukan limbah.
Proses Pembersihan Tidak Mudah
Proses pengangkutan sampah menghadapi berbagai kendala di lapangan. Sebagian besar tumpukan sampah berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan berat sehingga petugas harus bekerja secara manual untuk memindahkan sampah ke titik yang lebih mudah diakses.
Petugas dan relawan terlebih dahulu mengurai tumpukan sampah yang bercampur dengan ranting pohon, bambu, serta material lainnya. Setelah dipisahkan, sampah kemudian dipindahkan ke lokasi pengumpulan sementara sebelum diangkut menggunakan kendaraan menuju tempat pembuangan akhir.
Total sebanyak lima kali perjalanan dump truck dilakukan selama proses pembersihan. Setiap kendaraan mengangkut sekitar tiga ton sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir Cilowong, Kota Serang.
Selain sampah plastik dan styrofoam, petugas juga menemukan berbagai jenis limbah rumah tangga lain yang menunjukkan masih tingginya kebiasaan membuang sampah ke sungai.
Ancaman Banjir dan Kerusakan Lingkungan
Penumpukan sampah di sungai bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Aliran sungai yang tersumbat dapat mengurangi kapasitas tampung air, terutama saat curah hujan meningkat.
Kondisi tersebut dapat memicu luapan air dan meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai. Selain itu, sampah yang menumpuk dalam waktu lama dapat menurunkan kualitas air, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengganggu ekosistem perairan.
Pemerintah menilai persoalan sampah sungai masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara bersama. Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi penyebab utama munculnya titik-titik penumpukan sampah di berbagai aliran sungai.
Edukasi Masyarakat Jadi Fokus Utama
Selain melakukan pembersihan fisik, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah berharap aksi tersebut mampu meningkatkan kesadaran warga agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Melalui keterlibatan relawan dan anggota Pramuka, pesan tentang pentingnya menjaga sungai diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif melaporkan apabila menemukan tumpukan sampah atau potensi pencemaran lingkungan di wilayah masing-masing. Laporan dapat disampaikan melalui perangkat lingkungan setempat maupun instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menjaga Sungai Adalah Tanggung Jawab Bersama
Keberhasilan mengangkut 15 ton sampah dari Sungai Cibanten menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Namun, upaya tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak diikuti perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Sungai memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan, pengendali banjir, dan penopang ekosistem. Karena itu, menjaga kebersihannya bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat.
Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif warga, diharapkan Sungai Cibanten dapat tetap bersih, sehat, dan berfungsi optimal sebagai salah satu urat nadi kehidupan masyarakat Kota Serang. (Redaksi)

