5 Juni 2026 – Bagi banyak orang, kemampuan melihat dengan jelas adalah hal yang sering dianggap biasa. Namun bagi para lanjut usia yang mengalami katarak, setiap aktivitas sehari-hari bisa menjadi tantangan besar. Dari mengendarai kendaraan hingga sekadar mengenali wajah orang di sekitar, semuanya dapat terganggu akibat penglihatan yang semakin kabur. Karena itu, program operasi katarak gratis yang digelar di Nusa Tenggara Timur menjadi secercah harapan bagi para lansia yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan penglihatan.
Program tersebut membuka kesempatan bagi warga lanjut usia untuk mendapatkan penanganan medis yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan biaya, akses layanan kesehatan, maupun minimnya informasi mengenai penyakit mata. Hasilnya, banyak peserta kini mulai merasakan perubahan signifikan dalam kualitas hidup mereka setelah menjalani operasi.
Bertahun-tahun Hidup dengan Penglihatan Kabur
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Oktovianus Klein, seorang warga Kabupaten Timor Tengah Selatan yang telah mengalami gangguan penglihatan akibat katarak selama beberapa tahun terakhir.
Pria berusia 62 tahun tersebut mengaku mulai merasakan penurunan kemampuan melihat sekitar lima tahun lalu. Pandangannya semakin buram dari waktu ke waktu, namun kondisi itu tidak segera ditangani karena berbagai kendala yang dihadapinya.
Selain keterbatasan ekonomi, akses terhadap layanan dokter spesialis mata di daerah tempat tinggalnya juga menjadi hambatan utama. Akibatnya, ia harus menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi penglihatan yang terus menurun.
Sebagai seorang pengemudi ojek, Oktovianus sangat bergantung pada kemampuan melihat dengan baik. Selain mengantar penumpang, ia juga kerap membantu mengangkut hasil pertanian dan sayuran ke pasar untuk menambah penghasilan keluarga.
Meski penglihatannya terganggu, ia tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Aktivitas Sehari-hari Menjadi Semakin Sulit
Gangguan penglihatan yang dialami Oktovianus tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko saat bekerja di jalan raya.
Ia mengaku sering mengalami kesulitan ketika berkendara pada malam hari atau saat berhadapan dengan sorot lampu kendaraan dari arah berlawanan. Cahaya yang mengenai matanya menimbulkan efek silau berlebihan sehingga membuat pandangan menjadi tidak jelas.
Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya, terutama bagi seseorang yang setiap hari mencari nafkah dengan mengendarai sepeda motor.
Namun karena keterbatasan biaya dan minimnya pilihan layanan kesehatan, ia terpaksa bertahan dengan kondisi tersebut selama bertahun-tahun.
Mitos Operasi Katarak Masih Menjadi Ketakutan
Selain persoalan ekonomi, kurangnya edukasi mengenai kesehatan mata juga menjadi faktor yang membuat banyak lansia menunda pengobatan.
Oktovianus mengaku sempat merasa takut menjalani operasi katarak karena berbagai informasi yang tidak tepat yang beredar di masyarakat. Ia pernah mendengar anggapan bahwa operasi katarak dilakukan dengan cara mencungkil mata dan menggantinya dengan mata baru.
Pemahaman yang keliru semacam itu masih banyak ditemukan di berbagai daerah dan sering kali membuat penderita katarak enggan mencari pengobatan medis.
Setelah mendapatkan penjelasan yang benar dari pendamping sosial dan tenaga kesehatan, ketakutan tersebut perlahan menghilang. Ia akhirnya memahami bahwa operasi katarak merupakan prosedur medis yang aman dan telah membantu jutaan pasien di berbagai negara mendapatkan kembali penglihatan mereka.
Kesempatan Mendapatkan Pengobatan Tanpa Biaya
Program operasi katarak gratis yang diikuti Oktovianus merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional dan dilaksanakan selama beberapa hari di fasilitas kesehatan yang telah disiapkan untuk melayani para peserta dari berbagai wilayah.
Bagi banyak lansia, program ini menjadi kesempatan yang sangat berharga karena biaya operasi katarak sering kali menjadi beban yang sulit dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan adanya layanan gratis, mereka dapat memperoleh pengobatan yang sebelumnya hanya menjadi harapan.
Penglihatan Mulai Membaik Setelah Operasi
Setelah menjalani operasi, Oktovianus mulai merasakan perubahan pada penglihatannya. Meski proses pemulihan berlangsung secara bertahap, ia mengaku sudah dapat melihat lebih jelas dibandingkan sebelumnya.
Perubahan tersebut membawa harapan baru baginya untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan aman.
Kemampuan melihat yang semakin baik tidak hanya membantu pekerjaan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Bagi seseorang yang selama bertahun-tahun hidup dengan pandangan kabur, perubahan kecil sekalipun memiliki arti yang sangat besar.
Lansia Lain Rasakan Manfaat Serupa
Kebahagiaan yang dirasakan Oktovianus juga dialami oleh Orpan Nelci Sodak Manafe, seorang lansia yang tinggal di Kecamatan Kupang Timur.
Perempuan berusia 69 tahun itu selama ini berjuang memenuhi kebutuhan hidup setelah ditinggal wafat suaminya beberapa tahun lalu. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia berjualan sayuran di pasar dengan bantuan dari anak-anaknya yang telah berkeluarga.
Gangguan penglihatan yang dialaminya tentu menjadi hambatan dalam menjalankan aktivitas tersebut. Karena itu, kesempatan menjalani operasi katarak secara gratis menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Setelah menjalani tindakan pada salah satu matanya, Nelci mengaku dapat kembali melihat dengan lebih baik. Ia pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas program yang telah membantu dirinya serta banyak lansia lainnya.
Pentingnya Akses Kesehatan Mata bagi Lansia
Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada kelompok lanjut usia. Penyakit ini umumnya berkembang secara perlahan dan dapat menyebabkan kebutaan apabila tidak ditangani.
Meski demikian, banyak penderita di daerah masih belum mendapatkan akses pengobatan yang memadai karena faktor ekonomi, keterbatasan fasilitas kesehatan, maupun kurangnya edukasi.
Program operasi katarak gratis menjadi salah satu solusi nyata untuk menjawab persoalan tersebut. Selain membantu mengembalikan fungsi penglihatan, program semacam ini juga berkontribusi meningkatkan produktivitas dan kemandirian para lansia.
Keberhasilan para peserta yang kini mulai dapat melihat lebih jelas menjadi bukti bahwa layanan kesehatan yang mudah diakses mampu membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Bagi para lansia di Nusa Tenggara Timur, operasi katarak bukan sekadar tindakan medis, melainkan pintu menuju kehidupan yang lebih terang, mandiri, dan penuh harapan. (Redaksi)

